Pemerintah Kabupaten Mimika dan BPJS Kesehatan Targetkan Seratus Persen Warga Aktif JKN

Bupati Kabupaten Mimika Johannes Rettob, S.Sos, MM. Foto: Istimewa

TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menargetkan 100 persen penduduk di daerah itu menjadi peserta aktif Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai bagian dari upaya memperluas perlindungan kesehatan bagi masyarakat.

Bupati Mimika Johannes Rettob menjelashakn, target tersebut menjadi salah satu indikator utama pembangunan sektor kesehatan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mimika 2025-2029.

“Pada Jumat (6/3) pekan lalu kami mendapatkan kunjungan kerja dari BPJS Kesehatan di mana dalam pertemuan tersebut membahas terkait targetkan 100 persen warga Timika aktif JKN,” ujar Bupati John Rettob di Timika, kota Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (9/3).

Menurut John Rettob, target tersebut juga menjadi salah satu indikator kinerja utama pembangunan bidang kesehatan dalam RPJMD Kabupaten Mimika tahun 2025-2029.

“Kami semua, jajaran Pemda berkomitmen memastikan seluruh masyarakat di wilayahnya memperoleh perlindungan kesehatan melalui Program JKN,” kata John, birokrat yang kurang lebih 25 tahun menjadi ASN di Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

John menjelaskan, Pemkab Mimika juga menyiapkan berbagai langkah agar masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan, termasuk bagi peserta yang kepesertaannya sempat dinonaktifkan.

“Pemerintah daerah telah menyusun strategi untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan optimal kepada masyarakat,” ujar John lebih lanjut.

Selain itu Pemkab Mimika juga menyiapkan regulasi dan rencana aksi daerah sebagai pedoman pelaksanaan JKN agar masyarakat Mimika tetap terlindungi dalam Program JKN.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan, penguatan sinergi dengan pemerintah daerah menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan melalui Program JKN.

“Kami berharap dukungan pemerintah daerah dapat semakin memperkuat kualitas layanan di fasilitas kesehatan sehingga masyarakat di Mimika memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan setara melalui Program JKN,” kata Prihati Pujowaskito.

Menurut Prihati, untuk itu melalui kunjungan tersebut pihaknya dapat menyerap aspirasi pemerintah daerah agar penyelenggaraan Program JKN di Kabupaten Mimika, dapat semakin membuka akses layanan kesehatan bagi masyarakat tanpa harus khawatir biaya.

“Penguatan layanan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab BPJS Kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan pemerintah daerah melalui dinas kesehatan untuk memastikan mutu layanan di fasilitas kesehatan terus meningkat,” ujarnya. (*)