MOWANEMANI, ODIYAIWUU.com — Bupati Kabupaten Dogiyai Yudas Tebai, S.Pd, M.Si diwakili Asisten II Setda Natalis Agapa, SE, M.Si, Kamis (5/3) membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Distrik Dalam Rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Dogiyai Tahun Anggaran 2027 di Aula Koteka Moge, Kigamani, Papua Tengah.
Bupati Tebai dalam sambutan tertulis yang dibacakan Agapa mengajak peserta menyampaikan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena semua dapat berkumpul untuk mengikuti Musrenbang Distrik sebagai bagian dari proses penyusunan RKPD Kabupaten Dogiyai tahun anggaran 2027.
“Musrenbang distrik merupakan salah satu tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah,” ujar Agapa mengutip Bupati Tebai melalui keterangan tertulis usai membuka Musrenbang) Distrik di Aula Koteka Moge, Kigamani, Dogiyai, Papua Tengah, Kamis (5/3).
Agapa mengatakan, forum tersebut menjadi wadah untuk menampung aspirasi dan usulan pembangunan dari tingkat kampung melalui kepala distrik. Usulan itu akan diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Dogiyai tahun 2025-2029.
“Usulan dari distrik akan diterjemahkan ke dalam RKPD, yang selanjutnya menjadi pedoman dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun berikutnya. Oleh karena itu, Musrenbang Distrik merupakan forum strategis yang sangat menentukan arah pembangunan daerah,” ujar Agapa.
Agapa menambahkan, Musrenbang Distrik menjadi wadah untuk menghimpun berbagai usulan dari seluruh komponen masyarakat di tingkat kampung. Usulan-usulan tersebut kemudian dibahas dan disesuaikan dengan visi dan misi pembangunan Dogiyai.
Visi pembangunan Kabupaten Dogiyai tahun 2025-2029 adalah Mewujudkan Masyarakat Dogiyai yang Cerdas, Amanah, Damai, dan Maju Bersama. Untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintah daerah menetapkan lima misi pembangunan.
Pertama, meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang cerdas dan sehat. Kedua, mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis dan aman. Ketiga, meningkatkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Keempat, memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal. Kelima, meningkatkan pembangunan infrastruktur wilayah yang merata dan berkelanjutan.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai juga menekankan agar proses perencanaan pembangunan turut memperhatikan sejumlah prioritas nasional. Misalnya, pengendalian inflasi daerah, swasembada pangan, penanganan stunting, penanggulangan kemiskinan ekstrem, dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bupati Tebai melalui Agapa juga menyampaikan sejumlah harapan kepada para peserta, khususnya kepala distrik dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
“Saya berharap agar para kepala distrik mengikuti Musrenbang dengan serius agar menyusun program kerja yang rasional dan realistis. Usulan kegiatan tahun 2027 harus mengacu pada visi, misi, serta program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai tahun 2025-2029,” kata Agapa.
Dalam kesempatan tersebut, para peserta diingatkan agar menghindari duplikasi program dan mengusulkan kegiatan sesuai dengan skala prioritas kebutuhan masyarakat di kampung.
Selain itu, pimpinan OPD juga diharapkan menanggapi usulan dari distrik dan memasukkannya dalam rencana kerja perangkat daerah tahun 2027.
“Melalui Musrenbang Distrik ini, diharapkan tercapai kesamaan pemahaman dalam penyusunan RKPD Tahun Anggaran 2027 sehingga program pembangunan dapat berjalan secara terarah, efektif, dan tepat sasaran,” ujar Agapa.
Musrenbang Distrik dibiayai melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Dogiyai tahun anggaran 2026.
Melalui Musrenbang Distrik pemerintah daerah berharap agar usulan pembangunan dari masyarakat dapat terakomodasi secara terencana. Dengan demikian, ke depan pembangunan Dogiyai semakin terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)










