TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Yan Permenas Mandenas, S.Sos, M.Si bersama Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah Brigjen Pol Jeremias Rontini mengunjungi Kantor Perum Bulog Cabang Mimika guna memantau ketersediaan stok dan penyaluran bantuan pangan di wilayah itu.
“Di Bulog Mimika stoknya tersedia cuma distribusi ke daerah penerima manfaat seperti Kabupaten Puncak itu, mereka butuhkan waktu yang panjang,” kata Yan Mandenas saat melakukan kunjungan di Timika, kota Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Sabtu (2/5).
Kondisi waktu penyaluran yang lama ini, kata Mandenas, anggota Komisi VIII DPR, disebabkan kondisi geografis di wilayah itu yang hanya bisa diakses melalui jalur udara.
Mandenas, anggota DPR dan politisi Partai Gerindra, menambahkan kondisi tersebut akan disampaikan kepada Kantor Pusat Perum Bulog dan juga Badan Pangan Nasional (Bapanas) agar penyaluran ke wilayah pegunungan dilakukan lebih fleksibel.
“Mereka ini bekerja berdasarkan petunjuk teknis (juknis) dan laporan mereka diaudit harus sesuai dengan juknis. Nanti kami minta supaya lebih fleksibel,” kata Mandenas.
Mandenas menyebutkan, proses pengangkutan bantuan pangan ke wilayah Kabupaten Puncak hanya mengguna pesawat berbadan kecil sehingga dalam sehari pengangkutan hanya mencapai sekitar 15 ton. “Kendala hanya waktu saja karena pesawatnya kecil dan angkutan juga terbatas,” katanya.
Ia juga meminta kepada pemerintah daerah setempat agar memberikan dukungan kepada Perum Bulog Mimika dalam proses pengangkutan dan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.
“Pemerintah daerah bisa membantu subsidi transportasi untuk angkutan beras dan minyak goreng sampai ke titik lokasi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Mandenas lebih lanjut.
Pemerintah daerah juga diminta agar menyiapkan data penerima bantuan pangan yang valid sehingga penyaluran bantuan harus tepat sasaran.
“Bantuan pangan ini setiap bulan per keluarga penerima manfaat itu mendapatkan beras 10 kilogram dan dua liter minyak. Satu tahun satu penerima dapat 120 kilo beras dan 24 liter minyak goreng. Ini sangat membantu sehingga tidak ada alasan lagi masyarakat lapar,” katanya.
Sedangkan Kapolda Papua Tengah Jeremias Rontini mengatakan, aparat kepolisian mendukung seluruh proses penyaluran bantuan sosial yang dilakukan oleh Perum Bulog Mimika di wilayah pegunungan.
“Kami amankan dari Mimika sampai di bandara tujuan. Di bandara kami berkolaborasi dengan TNI, tinggal diarahkan ke mana titik penumpukan. Kami akan amankan dari bandara sampai titik penumpukan,” ujar Rontini.
Rata-rata gudang Bulog berada di ibu kota kabupaten sehingga hal ini akan memudahkan aparat kepolisian dalam melakukan pengamanan.
Kepala Kantor Perum Bulog Cabang Mimika Dedy Wahyudi mengatakan, penyaluran bantuan pangan di wilayah Papua tidak bisa disamakan dengan daerah Jawa mengingat kondisi geogarfis dan cuaca yang perlu dipertimbangkan.
Dedy menyebut, jika penyaluran di wilayah Jawa durasi waktu penyaluran satu bulan maka dapat diselesaikan dalam satu bulan, kondisi ini sangat berbeda dengan wilayah Papua.
“Di sini kalau waktunya satu bulan kami dapat melakukannya dua bulan. Jadi ketika wilayah kami diberikan waktu tiga bulan maka kami bisa selesaikan enam bulan,” ujar Dedy.
Saat ini ketersediaan stok beras di Bulog Mimika sebanyak 1.000 ton dan minyak goreng sebanyak 150 ribu liter. Penyaluran bantuan pangan untuk wilayah Kabupaten Puncak telah mencapai 65 persen.
“Untuk wilayah terjauh ini kita lakukan lebih awal untuk mengcover durasi waktu yang diberikan oleh pemerintah kepada kami untuk melaksanakan penyaluran,” ujar Dedy. (*)










