JAYAPURA, ODIYAIWUU.com — Kurang lebih 125.931 warga sipil hingga akhir Juni 2026 masih mengungsi di sejumlah wilayah menyusul kekerasan melanda sejumlah wilayah konflik di tanah Papua. Mereka hidup tanpa bantuan sehingga dikhawatirkan terjadi bencana kemanusiaan.
Ratusan ribu pengungsi internal di tanah Papua merujuk laporan Human Rights Monitor, lembaga kemanusiaan internasional yang berbasis di Jerman. Kondisi miris tersebut diharapkan segera ditangani serius.
“Hingga akhir Juni 2026 kurang lebih 125.warga sipil mengungsi di hutan dan sejumlah tempat pengungsian di Papua,” ujar Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, sayap militer Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM) Sebby Sambom melalui keterangan tertulis yang diperoleh Minggu (2/8).
Sebby menambahkan, ratusan ribu penggungsi internal tersebut hidup tanpa bantuan dari Pemerintah Indonesia sehingga Palang Merah Internasional diminta segera turun menangani sehingga tidak terjadi krisis kemanusiaan.
Menurut Sebby, pihak Manajemen Markas Pusat Komando Nasional (Komnas) TPNPB mendesak Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Agus Subyanto segera mengambil langkah menghentikan operasi militer di tanah Papua.
Operasi tersebut, baik di darat dan udara serta aksi penembakan melalui udara dan serangan di pemukiman warga sipil karena hanya akan mengorbankan warga sipil sekaligus gelombang pengungsian besar-besaran.
Pihaknya juga mendesak Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) segera memberikan mandat kepada Dewan Keamanan PBB dan Dewan HAM PBB membentuk tim untuk melakukan penyelidikan konflik bersenjata di tanah Papua.
“Kami juga mendesak PBB memberikan bantuan kemanusiaan kepada 125.931 lebih warga sipil yang mengungsi diberbagai daerah di tanah Papua yang hingga sekarang masih membutuhkan ruang aman serta bantuan medis, makanan dan lainnya,” kata Sebby.
Bantuan dari PBB terutama untuk ibu-ibu hamil, balita, anak-anak hingga perempuan dan lansia serta kelompok rentan yang sangat membutuhkan perhatian serius oleh lembaga-lembaga kemanusiaan baik secara nasional dan internasional.
Sebby secara khusus menyampaikan kepada Palang Merah Internasional untuk menangani krisis kemanusiaan di tanah Papua akibat konflik bersenjata yang mengakibatkan terjadinya pengungsian besar-besaran warga sipil.
“Warga pengungsi internal di tanah Papua itu hingga kini belum ada perhatian serius oleh pemerintah Indonesia. Kami mendesak Palang Merah Internasional segera turun di lapangan menangani para pengungsi,” kata Sebby. (*)










