JAYAPURA, ODIYAIWUU.com — Tujuh narapidana berhasil melarikan diri dengan cara memanjat dan melompati tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jayapura, Provinsi Papua, Sabtu (31/10). Hingga Selasa (3/11), ketujuh narapidana tersebut masih dalam pengejaran petugas lapas bersama kepolisian.
Ketujuh narapidana yang kabur itu kini telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Petugas gabungan terus melakukan upaya pencarian guna menangkap kembali para pelarian tersebut.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Jayapura Jimreves Engel Stender Muloke mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mempercepat proses pencarian dan penangkapan para narapidana.
“Hingga saat ini ke-7 orang narapidana yang kabur ini masih dalam pencarian. Jadi petugas kami bersama kepolisian sampai hari ini masih melakukan pencarian,” ujar Jimreves Engel Stender Muloke di Jayapura, Papua, Selasa (3/11).
Menurut Jimreves, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, para narapidana tersebut melarikan diri dengan cara memanjat tembok lapas, kemudian melompat ke sisi luar hingga berhasil keluar dari area pengamanan.
Petugas lapas sempat melakukan pengejaran sesaat setelah mengetahui kejadian tersebut. Namun, upaya itu belum berhasil mengamankan kembali ketujuh narapidana.
Kepala Kepolisian Resor Jayapura AKBP Dionisius Vox Dei Paron Helan, SIK, MH, M.Tr.Mil mengatakan, pihaknya telah menerima surat pemberitahuan sekaligus permohonan bantuan dari Lapas Narkotika Kelas IIA Jayapura terkait pencarian dan penangkapan para narapidana tersebut.
“Kami sudah menerima surat pemberitahuan dan permohonan bantuan pencarian narapidana yang kabur ini. Kita dari Polres Jayapura akan membantu Lapas Narkotika Jayapura untuk melakukan pencarian pada tujuh orang narapidana itu,” ujar Kapolres Vox Dei.
Menurutnya, Polres Jayapura menyatakan siap membantu petugas lapas melakukan upaya pencarian hingga ketujuh narapidana tersebut berhasil ditemukan dan diamankan kembali.
Tujuh narapidana sebelumnya dilaporkan melarikan diri dari Lapas Narkotika Kelas IIA Jayapura pada Sabtu (31/10). Mereka diduga memanfaatkan tembok lapas sebagai jalur untuk keluar dari area lembaga pemasyarakatan.
Hingga kini, proses pencarian masih berlangsung. Aparat gabungan terus berupaya menelusuri keberadaan para narapidana yang kabur tersebut. (*)










