DAERAH  

Kapolda Papua Barat Didesak Periksa Anggota Polisi Dalam Kasus Presenter TVRI Almarhum Idorway

Presenter TVRI Papua Barat Almarhum Suryanto Tuwing Idorway alias Yanto Idorway. Foto: Istimewa

MANOKWARI, ODIYAIWUU.com — Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat Irjen Polisi Alfred Papare, SIK, Senin (2/11) didesak segera memeriksa para anggota polisi yang terlibat saat penemuan jenazah presenter TVRI Papua Barat Almarhum Suryanto Tuwing Idorway atau lebih dikenal dengan Yanto Idorway.

Koordinator Tim Advokasi Yan Christian Warinussy, SH, mendesak Kapolda Papare memeriksa anggota polisi saat penemuan jenazah Yanto Idorway di Air Terjun Memti, Desa Sisrang, Distrik Anggi Gida, Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat pada Senin (27/7/2026).

“Kami mendesak Kapolda Papua Barat segera memeriksa para anggota polisi yang terlibat saat penemuan jenazah Almarhum Yanto Idorway di Air Terjun Memti, Desa Sisrang, Distrik Anggi Gida, Pegunungan Arfak pada Senin, 27 Juli 2026,” ujar Yan Warinussy, Koordinator Tim Advokasi Kematian Almarhum Yanto Idorway di Manokwari, kota Provinsi Papua Barat, Senin (2/11).

Desakan tersebut, lanjut Warinussy, advokat dan pembela hak asasi manusia (human rights defender) di tanah Papua, berdasarkan fakta yang menyebutkan bahwa Almarhum meninggal karena diduga dianiaya atau dibunuh pada hari Sabtu (18/7 2026).

“Dugaan sementara terduga pelaku yang terlibat adalah tersangka Desty Marenska Thenu serta tersangka Petra Timotius Pattipeilohy.  Sementara dari keterangan yang diperoleh dari hasil visum dan otopsi jenazah almarhum, di dalam lambungnya masih terdapat sisa minuman es buah,” kata Warinussy lebih lanjut.

Menurut Warinussy, fakta lain yakni bahwa pada Minggu (26/7) tersebar berita melalui postingan di akun Facebook (FB) yang mengatakan, jasad korban Yanto Idorway sudah ditemukan pada celah batu di air terjun Memti.

Namun, lanjut Warinussy, oleh karena hari sudah sore menjelang malam sehingga pada Senin (27/7) baru akan diangkat jasad Yanto Idorway. Nah, Warinussy mempertanyakan siapa yang memposting berita atau informasi tersebut.

“Saya juga mendesak Kapolda Papua Barat agar memerintahkan dilakukan pemeriksaan terhadap salah satu anggota keluarga Almarhum Yanto Idorway yang telah menerima handphone disertai informasi tentang password handphone jenis iPhone milik Almarhum Yanto Idorway,” ujar Warinussy.

Warinussy menegaskan, langkah tersebut penting dilakukan guna mengurai dugaan pihak lain yang sedang menghambat proses penyidikan perkara presenter TVRI Papua Barat ini sejak awal.

“Perkara kematian sia-sia Almarhum Yanto Idorway yang kini menyeret Desty dan Petra tidak boleh berhenti pada diri mereka. Perkara ini mesti dibuka secara terang benderang oleh penyidik Polda Papua Barat,” kata Warinussy tegas.

Media ini sebelumnya memberitakan, presenter TVRI Papua Barat Yanto Idorway, Sabtu (18/7) sekitar pukul 14.00 WIT dilaporkan hilang diduga hanyut setelah terseret arus sungai di kawasan wisata Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Papua Barat.

Peristiwa itu diduga dialami korban kersama dua rekannya saat mengunjungi objek wisata tersebut. Ketika hendak menyeberangi aliran sungai, korban diduga terpeleset lalu terseret arus sungai yang cukup deras.

Dua rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan dan melakukan pencarian di sekitar lokasi. Namun hingga Sabtu (18/7) malam korban belum berhasil ditemukan sehingga kejadian tersebut dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Manokwari.

Laporan diterima pihak SAR Manokwari sekitar pukul 20.30 WIT dari Kasat Intel Polres Pegunungan Arfak Haerun. Pasca menerima laporan, tim SAR menindaklanjutinya dan segera berkoordinasi dengan Polres Pegunungan Arfak dan memberangkatkan personel menuju lokasi kejadian pada pukul 20.52 WIT menggunakan satu unit rescue car.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari Yefri Sabaruddin, SP, MAP mengatakan, tim membutuhkan waktu sekitar lima hingga enam jam perjalanan darat untuk mencapai lokasi sebelum memulai operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan pada Minggu (19/7).

“Tim kami telah diberangkatkan menuju lokasi dan akan berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan untuk melaksanakan pencarian. Kami juga mengutamakan keselamatan seluruh personel selama operasi berlangsung,” ujar Yefri Sabaruddin di Manokwari, kota Provinsi Papua Barat, Sabtu (18/7).

Dalam operasi tersebut, lanjut Yefri, tim SAR Manokwari mengerahkan sejumlah peralatan pendukung seperti rescue car, drone thermal, perlengkapan SAR air, perangkat komunikasi, peralatan mountaineering serta perlengkapan evakuasi.

Menurut Yefri, tantangan dalam operasi pencarian meliputi jarak tempuh menuju lokasi yang cukup jauh serta mobilisasi personel pada malam hari. Meski demikian, lanjut Yefri, seluruh tim telah disiapkan untuk mengoptimalkan pencarian sesuai prosedur.

Hingga Sabtu malam, korban masih dalam pencarian. Kantor SAR Manokwari menyatakan perkembangan operasi akan disampaikan secara berkala sesuai hasil yang diperoleh di lapangan. (*)