DAERAH  

Siagakan 600 Personel Jelang Kegiatan 3 Agustus, Vox Dei: NKRI Satu-satunya Negara yang Sah

Kepala Kepolisian Resor Jayapura, Polda Papua AKBP Dionisius Vox Dei Paron Helan, SIK, MH, M.Tr.Mil. Foto: Istimewa

SENTANI, ODIYAIWUU.com — Kepala Kepolisian Resor (Polres) Jayapura AKBP Dionisius Vox Dei Paron Helan, SIK, MH, M.Tr.Mil menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Jayapura tetap aman, damai, dan kondusif.

Menurut Vox Dei, jelang rencana kegiatan pada Senin, 3 Agustus 2026 Polres Jayapura memastikan seluruh langkah pengamanan telah dipersiapkan secara maksimal guna menjamin rasa aman bagi Masyarakat.

Vox Dei menegaskan, Polri hanya berpedoman pada konstitusi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tugas utama kepolisian adalah memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mencegah segala bentuk aktivitas yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.

“Sesuai arahan Bapak Kapolda Papua, tugas kami sangat jelas, yaitu melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menjaga situasi keamanan tetap kondusif,” ujar Kapolres Jayapura Vox Dei di Jayapura, Papua, Jumat (31/7).

Vox Dei juga menegaskan, pihaknya tidak pernah menganggap Komite Nasional Papua Barat (KNPB) sebagai organisasi resmi. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak merasa takut maupun terpengaruh oleh aktivitas yang bertentangan dengan hukum.

Menurutnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah satu-satunya negara yang sah. Tidak ada ruang bagi segala bentuk kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi maupun yang berpotensi mengganggu persatuan, ketertiban, dan keamanan masyarakat di Kabupaten Jayapura.

“Negara kita hanya satu, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak ada negara di dalam negara. Sebagai Kapolres Jayapura, saya tidak akan memberikan izin terhadap kegiatan apa pun yang berpotensi mengganggu kamtibmas maupun mengancam ketertiban umum di wilayah hukum Polres Jayapura,” kata Vox Dei tegas.

Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Hingga saat ini, berbagai tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintah daerah telah menyatakan komitmennya untuk bersama-sama menjaga Kabupaten Jayapura tetap aman serta menolak setiap aktivitas yang berpotensi mengganggu ketenteraman masyarakat.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Vox Dei mengaku Polres Jayapura telah menyiapkan hampir 600 personel gabungan TNI-Polri yang akan disiagakan pada sejumlah titik strategis. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura memberikan dukungan penuh terhadap upaya menjaga stabilitas keamanan. Bupati Jayapura, katanya, secara langsung meminta agar seluruh jajaran keamanan menjaga Kabupaten Jayapura tetap kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa khawatir.

“Dukungan dari Bapak Bupati merupakan semangat bagi kami untuk terus bekerja memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat menjadi modal utama dalam menjaga Kabupaten Jayapura tetap aman dan damai,” katanya.

Vox Dei di akhir keterangannya mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan maupun informasi yang dapat memecah persatuan. Ia mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas, menghormati hukum yang berlaku, serta terus memelihara kedamaian yang selama ini telah terbangun di Kabupaten Jayapura.

“Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Polres Jayapura akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran hukum, namun kami juga mengedepankan pendekatan humanis dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada seluruh masyarakat. Mari kita jaga Kabupaten Jayapura agar tetap aman, damai, dan sejahtera,” ujar Vox Dei. (*)