Sejumlah Barang Bukti Ditemukan Usai Kantor Bupati Kabupaten Intan Jaya Dibongkar Orang tak Dikenal

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Intan Jaya Yoakim Mujizau bersama Wim Z Joani, sopir, dan beberapa pemuda saat menemukan barang bukti berupa alat pemasangan Wifi di lokasi penemuan, kurang lebih tiga kilometer dari Kantor Bupati Intan Jaya, Papua Tengah, Rabu (4/11). Sejumlah barang bukti dicuri orang tak dikenal di bantor bupati pada Selasa (27/10) malam. Foto: Istimewa

SUGAPA, ODIYAIWUU.com — Sejumlah barang bukti seperti alat pemasangan Wifi dan sepeda motor, dan inventaris kantor lainnya, Rabu (4/11) berhasil ditemukan kurang lebih tiga kilometer dari Kantor Bupati Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Intan Jaya Kabupaten Yoakim Mujizau mengatakan, barang-barang bukti tersebut ditemukah setelah Kantor Bupati Intan Jaya dibongkar dan dicuri orang tak dikenal pada Selasa (27/10) malam. Para pelaku tidak hanya membongkar dan menggasak sejumlah inventaris kantor.

Pelaku juga membakar sebagian besar bagian dalam ruang kantor tersebut. Untungnya, api tidak menjalar karena sebagian materialnya menggunakan bahan anti api. Namun, pelaku melancarkan aksinya dengan menjarah perabotan di dalam ruang tersebut.

“Kami mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada penemuan barang berupa alat pemasangan Wifi dan motor milik saya kurang lebih tiga kilometer dari kantor bupati,” ujar Yoakim Mujizau di Sugapa, kota Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Rabu (4/11).

Menurut Yoakim, setelah mendapat informasi tersebut, ia bersama Wim Z Joani, sopir, dan beberapa pemuda langsung mendatangi lokasi dan mendapati beberapa barang yang saat itu dinyatakan hilang dicuri orang tak dikenal pada Selasa, 27 Oktober lalu.

“Saat berada di lokasi barang-barang yang digasak orang tak dikenal, kami dokumentasikan dan mengambil motor kemudian menuju Polres Intan Jaya untuk menyerahkan dan memberitahukan kepada anggota Polres Intan Jaya,” kata Yoakim lebih lanjut.

Yoakim mengaku membawa motor ke Polres Intan Jaya karena motor tersebut dibuang dalam rumput di semak dalam keadaan kuncinya tertanam pada motor tersebut. Sedangkan brangkas dan inventaris lainnya tidak dibawa karena berat sehingga pihak kepolisihan melihat langsung di lokasi penemuan.

“Sekitar Rabu (4/11) jam 13.50 waktu Papua kami diminta pihak kepolisian mengevakuasi barang bukti dari lokasi penemuan lalu kami bawa dan serahkan kepada pihak kepolisihan di Mapolsek Sugapa,” ujar Yoakim.

Menurut Yoakim, pihaknya meminta pihak kepolisian baik Polres Intan Jaya maupun Polda Papua Tengah agar setelah barang bukti inventaris kantor bupati yang sudah ditemukan, mengungkap pelaku pembongkaran, pencurian, dan upaya pembakaran Kantor Bupati Intan Jaya.

Yoakin mengatakan, Kantor Bupati Intan Jaya adalah bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat dan wibawa pemerintah daerah. Dalam keadaan kosong ataupun terisi gedung kantor bupati adalah aset negara dan aset daerah yang wajib dijaga, dilindungi aparat keamanan dan seluruh ASN dan juga masyarakat Intan Jaya.

“Kantor bupati adalah honai masyarakat Intan Jaya, kebun ASN, dan pusat pelayanan pemerintahan sebab di dalam kantor bupati diisi seluruh OPD. Ruangan-ruangan yang dibongkar bukan saja ruang staf kantor bupati atau setda,” ujar Yoakim.

Tetapi kantor-kantor OPD tersebut selama ini menjadi ruang para pegawai melayani masyarakat. Semua pelayanan dipusatkan di kantor tersebut karena pertimbangan situasi dan kondisi keamanan Intan Jaya.

Yoakim menambahkan, Kantor Bupati Intan Jaya pernah dibongkar ruang kerja dan digasak barang-sebanyak lima hingga enam kali namun tidak pernah diungkap polisi. Prosesnya berujung damai setelah pelaku meminta maaf.

“Kami minta, siapapun pelaku pengerusakan, pencurian dan pembakaran bantor bupati baik oleh oknum aparat TNI-Polri, ASN maupun masyarakat harus diungkap dan diproses secara hukum,” kata Yoakim tegas.

Menurutnya, penemuan barang bukti tersebut di atas kemungkinan kecil dilakukan masyarakat. Karena itu, Bupati Intan Jaya mengeluarkan izin beberapa pejabat OPD yang diseret namanya dalam rumor/isu yang berkembang.

Para pejabat tersebut diisukan sebagai aktor di balik kasus ini, di antaranya Kadispora, mantan Sekda, Pelaksana Tugas Sekda yang baru, Kadis Keuangan, orang-orang sekitar bupati, dan juga oknum anggota TNI-Polri.

“Polisi silahkan memeriksa anak buah, sopirnya, orang dekatnya, dan periksa juga aparat kemanan yang bertugas di Intan Jaya. Kami yakin pasti mereka tahu sebab kantor Bupati Intan Jaya berada di tengah-tengah pos-pos keamanan,” kata Yoakim.

Yoakim menegaskan, pihaknya tidak tahu menciptakan isu dan tidak tahu mengiring opini untuk mendapat sesuatu berupa kepercayaan atau jabatan strategis dalam pemerintahan. Pihaknya juga tidak mungkin menciptakan opini dan merusak fasilitas pemerintah di di luar tanah Papua.

“Intan Jaya ini kami punya rumah dan kami punya tanah. Kami tidak mungkin merusak rumah dan kebun kami sendiri. Jadi periksa oknum kepala OPD, ASN bahkan oknum aparat keamanan bila ada indikasi sebagai pelaku dalam kasus ini,” ujar Yoakim. (*)