NABIRE, ODIYAIWUU.com — Bupati Kabupaten Dogiyai Yudas Tebai, S.Pd, M.Si, Jumat (30/10) berada di tengah keramaian pelaksanaan Festival Kopi Papua Tengah di Nabire, kota Provinsi Papua Tengah.
Festival Kopi Papua Tengah diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah guna mendorong pengembangan kopi lokal menjadi komoditas unggulan daerah di delapan kabupaten yakni Kabupaten Nabire, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Mimika, Puncak, Puncak Jaya, dan Intan Jaya.
Dalam kunjungan menyaksikan langsung pelaksanaan Festival Kopi Papua Tengah Bupati Tebai tak menampik bahwa Dogiyai merupakan kabupaten paling potensial di wilayah Meepago (Papua Tengah) yang siap dikembangkan secara berkelanjutan (sustainable) agar memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat Dogiyai bahkan Papua Tengah.
“Semua orang di Papua Tengah tentu tak menyangsikan bila disebut bahwa Dogiyai merupakan kabupaten dengan produksi kopi paling besar atau potensial di Papua Tengah,” ujar Bupati Tebai kepada wartawan saat mengunjungi stand Dogiyai di Nabire, Papua Tengah, Jumat (30/10).
Bupati Tebai juga menyebut, nyaris setiap wilayah di kampung-kampung di Dogiyai terdapat kopi, salah satu komoditi dan kekayaan yang luar biasa milik masyarakat menopang ekonomi keluarga. Karena itu, katanya, saat ini pemerintah terus berkomitmen untuk memperluas lahan pertanian kopi guna meningkatkan produksi dengan kualitas menjanjikan.
“Tadi kami sempat berdiskusi. Hasil diskusi itu nanti akan kami bahas hal-hal yang strategis. Setelah kembali, kami akan mengadakan rapat untuk menindaklanjuti pembahasan tersebut,” kata Teba, mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Dogiyai.
Tebai menambahkan, sejak kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Yuliten Anouw, duet pemimpin ini juga memberikan perhatian kepada masyarakat khususnya petani kopi sehingga hasilnya perlahan mulai nampak.
Sejak awal, pemerintah melalui dinas terkait khususnya Dinas Pertanian Dogiyai mendampingi para petani hingga pelaku usaha. Kini, para pemuda lokal bahkan sudah mampu menghasilkan kopi olahan dengan kemasan yang rapi dan siap jual. Bahkan cita rasa kopi Dogiyai memberikan sensasi tersendiri bagi masyarakat, terutama para penikmat kopi.
“Saat ini para pemuda yang menggeluti usaha kopi, sudah bisa menghasilkan produk dalam aneka kemasan dengan nilai ekonomi beragam dan mudah dijangkau pembeli. Sejak awal kami sudah mendukung mereka, dan hasilnya sudah terlihat. Kami juga berdoa dan berharap agar ke depan jika anggaran memadai kami akan terus membantu,” kata Bupati Tebai.
Menurut Bupati Tebai, mantan guru SMA Negeri 1 Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, pendampingan tidak akan berhenti di ruangan tertutup. Pemerintah berjanji akan turun langsung ke ladang, ke kebun, dan ke masyarakat.
“Pelatihan tidak akan dilakukan di ruangan saja, tetapi langsung turun ke lapangan. Tujuannya agar hasilnya lebih baik dari sebelumnya,” ujar Tebai, Bupati jebolan Program Magister (S2) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Bandung, Jawa Barat.
Tak hanya soal kopi, Bupati Tebai juga menyampaikan pesan mendalam tentang kehidupan dan kerja keras. Ia menceritakan, Insnyur Tebai, seorang guru yang ditempatkan di pedalaman Dogiyai. Murid-muridnya kini sudah menua, namun ilmu yang ditabur terus hidup dan bermanfaat.
“Bapa ini dulunya guru yang ditempatkan di Dogiyai. Murid-muridnya kini sudah berusia lebih tua dari beliau. Ilmu yang beliau berikan telah tersebar luas di tengah masyarakat,” katanya.
“Pemuda bisa menggantikan generasi yang lebih tua. Kami menghargai harga dan kualitas. Selama ini banyak yang menganggap remeh kopi dan sebutan P5, padahal di balik itu ada kualitas yang sesungguhnya,” kata Bupati Tebai.
Dengan demikian, Bupati Tebai mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meninggalkan jalan pintas dan tidak berpikir instan. Kemajuan sejati lahir dari kerja keras dan kreativitas.
“Jangan berpikir instan. Saatnya kita harus bekerja keras, berkreasi, dan tetap produktif. Berhentilah sejenak dari kebiasaan yang tidak bermanfaat, lalu mulai berkreasi dan berusaha. Kita semua bisa berkarya,” ujar Bupati Tebai, pria kelahiran 8 Juli 1979 di Kampung Mauwa, Dogiyai. (*)










