JAKARTA, ODIYAIWUU.com — Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto, Jumat (1/5) disambut ratusan massa buruh saat tiba di arena peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day Fiesta 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
Kepala negara tiba di kawasan Monas sekitar pukul 08.35 WIB menggunakan mobil kepresidenan disambut buruh yang memadati kawasan silang Monas. Dari atap mobil, Prabowo yang mengenakan baju safari berwarna krem dan topi berwarna senada sembari melambaikan tangan ke massa buruh yang telah menanti kehadirannya.
Jumlah buruh yang memadati Kawasan silang Monas tak jauh dari bibir Istana Negara diperkirakan menyentuh angka 200.000 orang yang menghadiri May Day Fiesta 2026.
Saat tiba di lokasi, Prabowo bergegas turun dari mobil dan menyalami satu per satu para buruh yang menyambutnya. Prabowo yang didampingi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya tampak disambut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan sejumlah pimpinan organisasi buruh.
Beberapa di antaranya Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea dan Ketua Umum KSPSI yang juga Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Presiden KSPI Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Ely Rosita Silaban, dan Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Ilhamsyah.
Lagu “Kamu Ngga Sendirian” yang dibawakan grup band Tipe-X turut menyambut dan mengiringi langkah Prabowo saat menaiki panggung yang berada di arena acara. Dari atas panggung Prabowo sempat melempar topi yang dikenakannya ke arah massa dan ikut berjoget bersama para buruh.
Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan rasa terima kasih atas undangan yang diberikan kepadanya untuk hadir secara langsung dalam peringatan tersebut.
Prabowo menyebut kehadirannya sebagai sebuah kehormatan besar, sekaligus kesempatan untuk berdiri bersama para buruh dan mendengarkan aspirasi mereka secara langsung.
“Hari ini adalah hari perjuangan kaum buruh. Ini kehormatan bagi saya bisa hadir di tengah saudara-saudara sekalian. Perjuangan buruh adalah bagian dari perjuangan bangsa, dan negara harus berdiri di garis depan untuk melindungi mereka,” kata Prabowo.
Presiden Prabowo juga menegaskan, ia tidak akan gentar, tidak akan ragu, dan tidak akan menyerah dalam membela kepentingan rakyat Indonesia. Perjuangan kaum buruh tidak dapat dipisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia.
Selain itu, ujar Prabowo, kesejahteraan buruh merupakan fondasi penting bagi kemajuan negara. Oleh karena itu, pemerintah memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan bahwa setiap pekerja mendapatkan hak, perlindungan, dan kehidupan yang layak.
Prabowo juga menekankan dukungan dari berbagai elemen masyarakat termasuk buruh, petani, nelayan, dan pekerja sektor informal menjadi kekuatan utama dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Saya bersumpah untuk berjuang bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama mereka yang hidupnya masih sulit,” kata Prabowo.
Selain Presiden, acara May Day 2026 dihadiri juga sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Panglima TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo serta para menteri kabinet dan pimpinan lembaga negara lainnya.
Secara keseluruhan, peringatan Hari Buruh Internasional 2026 berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan.
Momentum ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga refleksi atas perjalanan panjang perjuangan kaum pekerja di Indonesia serta pengingat bahwa dialog antara pemerintah dan rakyat harus terus dijaga demi masa depan yang lebih adil dan sejahtera.
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Mohamad Qodari sebelumnya menyatakan, kehadiran Prabowo pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 merupakan simbol komitmen pemerintah dalam merangkul elemen pekerja sebagai mitra strategis pembangunan.
Qodari menegaskan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pemerintah ingin menghapus stigma yang menempatkan negara berseberangan dengan kaum buruh.
“Pemerintah ingin menegaskan satu hal bahwa posisi pemerintah bukan berhadapan dengan pekerja atau buruh, melainkan berdiri bersama pekerja dan buruh,” ujar Qodari dalam keterangannya di kantor Bakom, Jakarta, Rabu (29/4).
Qodari menjelaskan pemerintah mengusung filosofi keseimbangan antara hak pekerja dan keberlangsungan bisnis. Menurutnya, negara memegang peran ganda, yakni sebagai pelindung hak-hak buruh sekaligus penjaga ekosistem lapangan kerja agar tetap stabil.
Ia menekankan kesejahteraan pekerja dan kesehatan dunia usaha adalah dua hal yang saling berkelindan dan tidak bisa dipisahkan.
“Kesejahteraan pekerja dan kesehatan dunia usaha bukanlah hal yang saling bertentangan, melainkan dua sisi dari satu tujuan yang sama. Kalau dunia usahanya tidak sehat, tentu tidak bisa membayar gaji (pekerja). Demikian pula sebaliknya,” katanya.
Kehadiran Presiden Prabowo pada puncak peringatan Hari Buruh 2026 dapat menjadi momentum dialog konstruktif antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja.
Menurut Qodari, agenda di Monas nanti bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat produktif.
“Sebagai bentuk komitmen tersebut, Presiden Prabowo insyaallah diagendakan hadir pada puncak peringatan Hari Buruh Nasional 2026 yang akan dilaksanakan di Monumen Nasional Jakarta,” kata Qodari. (*)










