JAYAPURA, ODIYAIWUU.com — Presiden Eksekutif Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat atau United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Menase Tabuni, Jumat (4/9) menyambut positif keputusan para pemimpin Melanesian Spearhead Group (MSG) dan Pacific Islands Forum (PIF) di Koror, Palau.
“Kami menyambut positif keputusan para pemimpin MSG dan pemimpin Pacific Islands Forum di Palau dan menyerukan kepada rakyat West Papua untuk mendukung dalam doa menuju rekonsiliasi-persatuan ULMWP,” ujar Menase Tabuni melalui siaran pers Sekretaris Eksekutif ULMWP Markus Haluk di Jayapura, Papua, Jumat (4/9).
Statemen Menase melalui keterangan pers tersebut disampaikan menyusul penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) PIF ke-55 dan Kaukus MSG di Koror, sebuah kota provinsi di Palau, negara mungil dan tersembunyi di Samudra Pasifik pada Senin-Kamis (31/8–3/9).
“Kami menyampaikan apresiasi dan tanggapan resmi atas dua keputusan strategis yang dihasilkan bagi perjuangan hak asasi manusia dan masa depan Bangsa Papua,” kata Menase lebih lanjut.
Menase juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pemimpin MSG dan PIF yang terus memberikan perhatian serius pada situasi tragedi kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Indonesia melalui TNI-Polri di West Papua dan perjuangan Bangsa Papua untuk menentukan hak penentuan nasib sendiri bagi kemerdekaan dan kedaulatan politik West Papua.
Pihaknya secara khusus mengapresiasi kepada pimpinan MSG yang telah mengeluarkan tuntutan tegas kepada Pemerintah Indonesia. Pertama, mengijinkan kunjungan Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk HAM (OHCHR) ke Papua Barat sebelum 31 Desember 2026.
Kedua, Ketua MSG akan menyampaikan surat resmi dan negara-negara anggota MSG di Jakarta akan melakukan lobi intensif.
Ketiga, apabila tuntutan ini tidak dipenuhi, status Anggota Asosiasi Indonesia dalam MSG akan ditinjau pada KTT MSG 2027. Keempat, MSG mengusulkan pertemuan antara para pemimpin MSG dengan Presiden Prabowo di sela-sela Sidang Umum PBB 2026.
Menurut Menase, pihaknya juga mengapresiasi keputusan para pemimpin PIF yang dengan tegas menyerukan perlindungan HAM serta memfasilitasi dialog, menyepakati fasilitasi misi pencari fakta bersama para pemimpin yang berminat dengan konsultasi kepada sekretariat MSG.
“Hasil misi ini akan dilaporkan kepada para pemimpin PIF pada tahun 2027 tanpa mengenakan tenggat waktu atau sanksi,” ujar Menase.
Sementara itu, Wakil Presiden Eksekutif ULMWP Octovianus Mote yang juga hadir bersama Benny Wenda melakukan lobi intensif di Palau mengatakan, kedua keputusan tersebut merupakan angin segar dan wujud nyata solidaritas Pasifik terhadap beban bangsa Papua.
Meskipun PIF dan MSG memiliki pendekatan yang berbeda satu diplomatis dan tegas, keduanya memandang ada titik temu saling melengkapi, khususnya dalam kesepakatan untuk melakukan misi bersama ke Papua dan menyampaikan laporan pada 2027.
“Kami menyambut baik penyatuan langkah ini, terlebih setelah adanya pertemuan strategis antara Wakil Presiden Eksekutif ULMWP, Bapak Octo Mote dan Presiden Pemerintah Sementara Bapak Benny Wenda akhir Agustus 2026 di Vanuatu. Semangat memikul beban bersama ini harus terus dipelihara,” kata Menase.
Menase menambahkan, pihak ULMWP mengajak seluruh pejuang bangsa Papua untuk tetap rendah hati, mengesampingkan ego sektoral, dan senantiasa mengandalkan Tuhan sebagai Panglima sejati perjuangan Papua merdeka.
“Dukungan doa dan kebersamaan sangat kami harapkan, khususnya menjelang pertemuan agung ULMWP pada Minggu kedua bulan November 2026 di Port Vila, Vanuatu,” ujar Menase. (*)










