GOYAGE, ODIYAIWUU.com — Bupati Kabupaten Tolikara Willem Wandik, S.Sos yang diwakili Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Yonias W. Yikwa, SE, Rabu (2/9) meresmikan Kantor Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kampung Didelonik, Distrik Goyage, Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan.
Prosesi peresmian Puskesmas Goyage tersebut dilakukan Yonias Yikwa didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Tolikara Karmel Kogoya, SKM.
Yonias dalam sambutannya mengatakan, ia hadir mewakili Bupati Willem Wandik yang sedang menunaikan tugas resmi di luar daerah. Yonias menyampaikan apresiasi kepada Kepala Puskesmas Goyage bersama seluruh tenaga kesehatan yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut.
“Pesan Pak Bupati agar kita harus bersama-sama menjaga situasi keamanan, terutama tenaga kesehatan, tenaga pendidikan, dan aparatur sipil negara, ASN yang bekerja di Goyage. Kita semua juga diminta agar menjaga para tukang yang akan melaksanakan pembangunan di Goyage, Geya, Wenam, Bewaki, Igari dan Air Garam,” ujar Yonias.
Menurut Yonias, tenaga kesehatan di Puskesmas Goyage juga diharapkan tetap bekerja guna memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti biasa, terutama dalam menangani berbagai penyakit yang ditemukan di wilayah tersebut.
Yonias juga mengapresiasi upaya Puskesmas Goyage dalam menekan angka penyakit skabies (kudis) yang meningkat di Tolikara.
“Puskesmas Goyage bisa berhasil mengatasi dan menurunkan angka penyakit skabies. Ini dapat menjadi acuan bagi Puskesmas lain. Karena itu, kami menyampaikan terima kasih,” katanya.
Terkait aspirasi masyarakat, Yonias mengatakan terdapat usulan pembangunan tiga Puskesmas Pembantu (Pustu), yakni Pustu Warima, Tigini dan Tinawena.
Usulan tersebut, ujarnya, akan disampaikan kepada pimpinan dan Dinas Kesehatan untuk dikaji berdasarkan titik yang tepat serta jangkauan pelayanan masyarakat. “Ini salah satu upaya untuk memperpendek rentang kendali pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Yonias.
Selain sektor kesehatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara juga telah memprogramkan pembangunan jalan yang menghubungkan Karubaga–Geya–Goyage–Warima hingga tembus ke Nabunage pada tahun mendatang.
Namun, menurut Yonias, pembangunan tersebut sangat bergantung pada kondisi keamanan. “Intinya kondisi keamanan menjadi faktor utama. Ada beberapa tempat yang belum bisa dibangun karena kondisi keamanan. Karena itu, tahun depan pembangunan jalan ini akan menjadi perhatian,” katanya.
Sementara itu Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Tolikara Karmel Kogoya, SKM mengaku bersyukur dan bangga atas pembangunan serta peresmian Puskesmas Goyage.
Karmel Kogoya memberikan apresiasi kepada Kepala Puskesmas Goyage, seluruh tenaga kesehatan, panitia peresmian, serta masyarakat yang telah berpartisipasi dalam pembangunan dan acara syukuran tersebut.
“Kami dari Dinas Kesehatan sangat bersyukur dan bangga kepada teman-teman tenaga kesehatan yang melayani di Puskesmas Goyage serta panitia peresmian,” kata Karmel.
Karmel menjelaskan, selama lebih dari 12 tahun Puskesmas Goyage belum mendapatkan renovasi. Menurutnya, perhatian Pemerintah Kabupaten Tolikara di bawah kepemimpinan Bupati Willem Wandik dan Wakil Bupati Yotham Wonda terhadap masyarakat di wilayah terpencil menjadi salah satu faktor terealisasinya renovasi Puskesmas tersebut.
“Kami sangat bersyukur bisa meresmikan bersama-sama. Kami juga mengapresiasi seluruh pimpinan gereja, pimpinan pemerintahan dan masyarakat yang menjaga tenaga kesehatan sehingga ketertiban dan kedamaian lingkungan dapat tercipta,” ujarnya.
Ia mengatakan, masih terdapat sejumlah kebutuhan yang perlu menjadi perhatian pemerintah ke depan, terutama rumah bagi tenaga medis dan ketersediaan alat kesehatan.
“Ini menjadi bahan masukan bagi kami di Dinas Kesehatan agar dapat diakomodir pada tahun depan,” kata Karmel.
Menurut Karmel, pembangunan permanen Puskesmas Goyage sebelumnya telah direncanakan sebanyak dua kali. Namun, kendala akses jalan dan sulitnya mobilisasi material dari Wamena maupun wilayah Tolikara menjadi hambatan.
Karena itu, pembangunan kali ini dilakukan melalui renovasi berat dengan mempertimbangkan kondisi dan akses transportasi.
“Kami sangat salut kepada masyarakat karena mereka ikut berpartisipasi mengangkut material dari Kali Goyage sampai ke lokasi. Berkat kerja sama tersebut, bangunan ini akhirnya dapat diselesaikan dan diresmikan,” katanya.
Karmel juga memberikan apresiasi khusus terhadap pola pelayanan yang dilakukan tenaga kesehatan Puskesmas Goyage dalam menangani penyakit skabies.
Menurutnya, saat ini Tolikara menghadapi peningkatan kasus skabies sehingga langkah yang dilakukan Puskesmas Goyage dapat menjadi contoh bagi fasilitas kesehatan lainnya.
“Bagaimana ke depan kita mendorong pola yang dilakukan teman-teman tenaga kesehatan Puskesmas Goyage. Pola ini bisa mengurangi angka skabies di sini. Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih,” ujarnya.
Ia berharap pola tersebut dapat dievaluasi dan dikembangkan agar dapat diterapkan di puskesmas lain di Kabupaten Tolikara.
Kepala Puskesmas Goyage Tamu Towolom, A.Md.Kep menyampaikan terima kasih kepada Bupati Willem Wandik dan Wakil Bupati Yotham Wonda atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya bersama tenaga kesehatan untuk melayani masyarakat di Goyage.
Towolom menjelaskan, selama kurang lebih tiga bulan pihaknya melakukan berbagai persiapan, mulai dari pembersihan halaman hingga pembangunan pagar menjelang acara syukuran.
“Selama tiga bulan kami melakukan kegiatan pembersihan halaman dan pagar sampai acara syukuran hari ini dengan menggunakan dana BOK,” ujar Towolom.
Towolom mengatakan, meskipun sebelumnya sejumlah Puskesmas di Tolikara telah dibuka secara resmi dan pelayanan dipusatkan di Puskesmas Ugi dan Anawi, secara budaya masyarakat setempat tetap melaksanakan acara syukuran di Goyage.
Ia kembali menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah karena renovasi Puskesmas Goyage akhirnya dapat diwujudkan.
“Sudah beberapa kali pembangunan permanen direncanakan untuk Puskesmas Goyage, tetapi belum terwujud. Dalam kepemimpinan Bapak Bupati dan Wakil Bupati, renovasi Puskesmas ini akhirnya bisa dibangun. Kami menyampaikan terima kasih banyak,” katanya.
Towolom juga mengapresiasi masyarakat Distrik Goyage yang telah mengorbankan tenaga, waktu dan sumber daya untuk menyukseskan acara syukuran tersebut.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Distrik Goyage yang telah mengorbankan tenaga, waktu dan babi demi menyukseskan syukuran pembangunan Puskesmas Goyage. Segala upaya yang dilakukan, Tuhan Yesus akan memberkati,” ujarnya.
Ia menambahkan, acara syukuran tersebut ditutup dengan makan bersama masyarakat. Seekor babi disiapkan sebagai bagian dari acara syukuran.
“Kami sebenarnya tidak merencanakan acara besar seperti ini, tetapi karena campur tangan Tuhan, acara ini bisa terlaksana dan sukses,” katanya. (Yigibalom Nay)










