FAKFAK, ODIYAIWUU.com — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Bahlil Lahadalia, Sabtu (21/3) bersama keluarga merayakan Idulfitri 1447 Hijriah di kediaman orangtua di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat.
“Alhamdulillah, hari ini saya bersama istri @srianibhl dan anak-anak merayakan Idulfitri di rumah orang tua kami di Fakfak, Papua Barat,” ujar Bahlil Lahadalia di laman Facebook-nya, Bahlil Lahadalia, Sabtu (21/3).
Bahli yang kini menjabat Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, juga mengajak untuk menjadikan momen hari kemenangan ini untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, dan berbagi kebahagiaan.
“Semoga Allah SWT menerima ibadah kita dan mempertemukan kembali dengan bulan suci Ramadan berikutnya. Selamat Idulfitri 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin,” kata Bahlil lebih lanjut.
Bahlil Lahadalia lahir 7 Agustus 1976 di Banda, Maluku Tengah. Ia lahir pasangan suami-istri (pasutri) Lahadalia dan Nurjani. Bahlil Lahadalia lahir dan tumbuh dalam lingkungan keluarga sederhana.
Orangtua Bahlil Lahadalia hidup dengan keterbatasan ekonomi. Sang ayah berprofesi sebagai kuli bangunan, sementara ibunya menjadi buruh cuci pakaian. Ia merupakan anak kedua dari sembilan bersaudara.
Bahlil Lahadalia menikah dengan gadis pilihannya, Sri Suparni. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai lima orang anak. Sejak usia dini, Bahlil Lahadalia terbiasa menghadapi keras hidup.
Saat di bangku sekolah dasar (SD), Bahlil Lahadia membantu ekonomi keluarga dengan berjualan kue. Usaha tersebut dilakukan agar ia tidak menjadi beban bagi orang tuanya.
Ketika menginjak SMP dan SMA, Bahlil bekerja sebagai kondektur dan sopir angkutan kota (angkot). Meski harus membagi waktu antara sekolah dan bekerja, prestasinya tetap menonjol. Ia bahkan dipercaya menjadi ketua OSIS di sekolahnya.
Ayah Bahlil Lahadalia tutup usia tahun 2010 akibat penyakit paru-paru. Peristiwa tersebut semakin menguatkan tekadnya untuk mengubah nasib keluarga. Pengalaman pahit tersebut membentuk karakter pekerja keras dan mandiri.
Bahlil masuk SD Negeri Kolaka Timur dan SMP Negeri 1 Kolaka. Ia lalu melanjutkan pendidikan menengah di SMA YAPIS Fakfak. Setelah lulus, Bahlil melanjutkan pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay, Jayapura.
Semasa kuliah, Bahlil dikenal aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Ia bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan aktif dalam berbagai kegiatan kampus. Aktivitas ini membentuk jiwa kepemimpinan dan jejaring sosialnya.
Usai lulus kuliah, Bahlil sempat bekerja di perusahaan BUMN, Sucofindo. Namun, ia memilih mengundurkan diri untuk merintis usaha sendiri. Bersama rekan-rekannya, ia mendirikan PT Rifa Capital, PT Bersama Papua Unggul, dan PT Dwijati Sukses.
Melalui PT Rifa Capital, Bahlil berhasil mendirikan lebih dari sepuluh perusahaan. Kesuksesan tersebut mengantarkannya menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2015-2019. Posisi ini menjadi titik penting dalam karier nasionalnya.
Kedekatannya dengan pemerintahan membuat Bahlil dipercaya bergabung dalam Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019. Ia kemudian ditunjuk sebagai Kepala BKPM periode 2019-2024. Karier politiknya pun terus menanjak.
Pada 28 April 2021, Bahlil dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM. Ia kembali aktif dalam politik nasional pada Pilpres 2024 dengan mendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Dalam kontestasi tersebut, Bahlil dipercaya sebagai Ketua Tim Kerja Strategis.
Setelah Pilpres 2024, Bahlil dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri ESDM pada 19 Agustus 2024. Ia menggantikan Arifin Tasrif dalam jabatan tersebut. Beberapa hari kemudian, Bahlil ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Golkar.
Bahlil kembali menjabat sebagai ESDM di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia dilantik pada 21 Oktober 2024, menandai kelanjutan perannya dalam pemerintahan nasional. (*)










