TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Mimika Emanuel Kemong, Rabu (15/4) turun langsung memantau aktivitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah titik di kota Timika, Provinsi Papua Tengah.
Langkah Emanuel yang juga Bupati Mimika bersama Kepala BGN Regional Papua Tengah Nalen Situmorang didampingi Staf Ahli Bupati Santy Sondang, Loka POM serta Dinas Kesehatan Mimika dilakukan untuk memastikan seluruh proses layanan berjalan sesuai standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Emanuel bersama rombongan mengunjungi sejumlah lokasi seperti SPPG Mimika Kuala Kencana di Karang Senang 02, SPPG Kitong Bisa, SPPG Mimika Wania Kamoro Jaya 01 hingga SPPG di lahan Pemda Jalan Poros Mayon SP3. Rombongan juga meninjau langsung proses distribusi makanan bergizi di SD Negeri 5, Jalan Cenderawasih SP2.
Dari hasil pemantauan, perhatian utama diarahkan pada kelengkapan fasilitas pendukung, khususnya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Fasilitas tersebut dinilai krusial untuk menjaga lingkungan tetap sehat sekaligus menunjang kualitas layanan dapur.
Emanuel menegaskan, setiap penyedia layanan harus segera melengkapi sarana yang belum tersedia. Pihaknya juga menekankan standar yang telah ditetapkan menjadi acuan utama agar Program MBG dapat berjalan optimal tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.
“Ini bukan penghentian permanen, tetapi bagian dari evaluasi. Kami ingin semua mitra memenuhi standar, terutama terkait pengelolaan limbah dan kebersihan dapur,” ujar Emanuel di Timika, kota Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (15/4).
Berdasarkan hasil pengawasan, sebagian besar SPPG telah memenuhi ketentuan. Namun dari total 18 unit SPPG, sebanyak 11 unit masih perlu melakukan penyesuaian sehingga operasionalnya dihentikan sementara.
Langkah penghentian sementara ini, ujar Emanuel, bertujuan memberi kesempatan kepada penyedia layanan untuk melakukan pembenahan sesuai arahan yang diberikan.
Program MBG sendiri merupakan program strategis nasional yang bertujuan mendukung tumbuh kembang anak melalui pemenuhan asupan gizi seimbang. Oleh karena itu, kualitas makanan harus sejalan dengan standar kebersihan dan pengelolaan lingkungan yang baik.
Sementara itu Nalen Situmorang menjelaskan, seluruh mitra sebelumnya telah diberikan waktu hingga akhir Maret untuk melengkapi persyaratan yang dibutuhkan.
“Evaluasi ini merupakan tindak lanjut dari batas waktu yang telah diberikan. Kami ingin memastikan semua berjalan sesuai standar,” kata Nalen Situmorang.
Salah satu contoh terdapat di SPPG Mimika Kuala Kencana yang telah beroperasi sejak Agustus lalu. Dari sisi tata ruang dinilai sudah memadai, namun masih membutuhkan fasilitas IPAL guna memenuhi standar lingkungan yang sehat.
Selama masa penghentian sementara, para relawan tetap dapat mengikuti pelatihan terkait penanganan makanan sambil menunggu proses pembenahan sarana selesai.
Satgas MBG bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program ini agar berjalan efektif, aman, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. (*)










