DEKAI, ODIYAIWUU.com — Konflik bersenjata yang berap melanda Kabupaten Yahukimo yang berujung warga sipil maupun kelompok bersenjata meregang nyawa di wilayah itu tak menyurutkan semangat hamba Tuhan Maes Atbesene Sub, S.Th berdiam diri.
Meski seorang difabel panggilan kemanusiaan Maes Atbesene Sub sebagai hamba Tuhan tak menanggalkan semangatnya mengurus warga sipil korban konflik bersenjata di Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.
“Meski memiliki keterbatasan fisik tetapi tidak menghalangi semangat pelayanan Evangelis Maes Sub sebagai hamba Tuhan untuk para jemaatnya di 10 dominasi gereja di Yahukimo. Beliau mengambil resiko meski sulit. Hormat dan terima kasih banyak dedikasimu untuk rakyat Yahukimo,” kata Ruben Wakla, warganet, melalui cuitannya yang beradar di jejaring jagat maya di Papua, Selasa (22/9).
Menurut Ruben, setiap pejuang TPNPB Yahukimo dan rakyat sipil terkena tembakan dalam konflik bersenjata hamba Tuhan Maes Sub selalu mendampingi korban. Kemudian, dengan keterbatasan fisiknya ia ikut membantu mengevakuasi korban agar mendapatkan pertolongan medis.
Ruben juga menyertakan foto Maes Atbesene Sub saat mengevaluasi enam warga sipil di Kampung Samboga, Sistrik Seredala, Kabupaen Yahukimo, Papua Pegunungan pada 22 September 2026.
“Saat 5-6 jasad anggota TPNPB yang gugur medan perang hamba Tuhan selalu hadir didampingi teman-teman hamba Tuhan lainnya di Yahukimo ambil bagian menguburkan jenazah mereka. Hormat setinggi-tingginya atas pelayanannya,” kata Ruben.
Ketua Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPP) Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Provinsi Papua Pegunungan Sepi Wanimbo mengatakan, evangelis Maes Atbesene Sub bukan hanya gembala jemaat tetapi juga sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPDI Kabupaten Yahukimo.
“Saya memohon pemerintah daerah memperhatian hak-hak bagi penyandang disabilitas seperti Evangelis Maes Sub dalam pemenuhan kebutuhan hidup,” ujar Sepi Wanimbo di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Selasa (22/9).
Saat ini, evangelis Maes Atbesene Sub juga menjabat Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Yahukimo. Ia dikenal lantagn bersuara terkait penyakit sosial seperti peredaran narkotika, minuman beralkohol, dan barang terlarang ke Yahukimo melalui jalur transportasi udara. (*)










