JAKARTA, ODIYAIWUU.com — Hujan deras yang melanda wilayah Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta dan sekitarnya, Senin (4/5) menyebabkan banjir melanda sejumlah wilayah.
Hujan deras juga menyebabkan kenaikan tinggi muka air pada Pos Pesanggrahan di Siaga 3 pada Pukul 16:00 WIB, Pos Depok di Siaga 3 pada Pukul 17:00 WIB, Pos Angke Hulu di Siaga 3 pada Pukul 17:00 WIB, dan menyebabkan terjadinya beberapa genangan air atau banjir.
Berdasarkan catatan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, saat ini terdapat 55 RT dan 3 ruas jalan tergenang dengan ketinggian 30 sampai dengan 70 cm menyusul curah hujan tinggi. Kali Krukut dan Kali Grogol Mampang juga meluap.
Adapun data wilayah terdampak saat ini yaitu Jakarta Selatan terdapat 51 RT, yang terdiri dari Kelurahan Cilandak Timur 2 RT, Cilandak Barat 1 RT, Lebak Bulus 1 RT, Petogogogan 37 RT, Pela Mampang 9 RT dan Keluraha Bangka 1 RT.
Sedangkan Jakarta Barat terdapat 4 RT yang terdiri dari Kelurahan Sukabumi Selatan 2 RT dan Kelurahan Sukabumi Utara 2 RT.
Sedangkan jalan tergenang terdiri dari Jalan Swadarma Kelurahan Ulujami, Jakarta Selatan; Jalan Ciledug Raya (Seskoal), Kelurahan Cipulir, Jakarta Selatan; dan Jalan Kartika (kolong Toll Jorr), Meruya Utara, Jakarta Barat.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Muhammad Yohan mengatakan, genangan terjadi akibat curah hujan tinggi serta luapan sejumlah kali.
“Genangan terjadi karena curah hujan tinggi serta luapan Kali Krukut dan Kali Grogol Mampang. Saat ini masih dalam proses penanganan oleh petugas di lapangan,” ujar Yohan melalui keterangan tertulis kepada awak media di Jakarta, Senin (4/5).
Muhammad memastikan BPBD DKI Jakarta bersama instansi terkait telah mengerahkan personel untuk menangani genangan. Upaya yang dilakukan meliputi penyedotan air hingga memastikan saluran air berfungsi optimal.
“BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan dan berkoordinasi dengan Dinas SDA, Bina Marga, serta Gulkarmat untuk melakukan penyedotan. Kami juga memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi,” katanya.
BPBD DKI Jakarta menargetkan genangan dapat segera surut dalam waktu cepat. Masyarakat pun diimbau tetap waspada terhadap potensi genangan ataupun banjir susulan.
“Dalam keadaan darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan 112 yang beroperasi 24 jam secara gratis,” ujar Muhammad lebih lanjut.
Berdasarkan informasi terkini, di Hek Kramat Jati juga banjir arah ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur dan berujung terjadi kemacetan sampai Kramat Jati dan Taman Mini.
Bencana alam dapat diminimalisir korban dan dampaknya, bila dipersiapkan Command Center Kedarutan Bencana di setiap BPBD Provinsi dan Kota/Kabupaten yang rawan banjir, longsor dan kebakaran untuk mitigasi secara dini bencana dengan baik, dan CCTV di setiap pintu air, bodyfax ke semua petugas BPBD, karthutla serta pesawat-pesawat penyiraman garam. (*)










