Oleh Paskalis Kossay Politisi senior Papua Pegunungan SEORANG penulis putra Baliem (Naiwerek) di Wamena, Jayawijaya…
OPINI
Saatnya Orang Asli Papua Kembali ke Kebun Atau Mati Kelaparan
Oleh Titus Lao Mohi Intelektual muda Papua Pegunungan KEPRIHATINAN kita saat ini adalah tingkat ketergantungan…
Harapan yang Tidak Mengecewakan
Oleh Agustinus Tetiro Anggota Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) SAAT menghadiri Perayaan Natal Nasional di…
Identitas dan Spiritualitas Dalam Konteks Sosial
Oleh Eugene Mahendra Duan Guru SMP YPPK Santo Antonius Nabire, Papua Tengah DALAM perjalanan panjang…
Ketentuan Presidential Threshold Dihapus Mahkamah Konstitusi?
Oleh Paskalis Kossay Alumnus Lemhannas RI KRA 39 2006 MAHKAMAH Konstitusi (MK) Republik Indonesia secara…
Mengapa Takut Dialog Jakarta-Papua? (Kritik untuk Pemerintah Indonesia dan Rakyat Papua)
Oleh Yakobus Dumupa Warga asli Papua, tinggal di Nabire, Papua Tengah DIALOG antara Jakarta dan…
Refleksi Akhir Tahun: Akankah Papua Damai 2025?
Oleh Yakobus Dumupa Warga asli Papua, tinggal di Nabire, Papua Tengah TAHUN 2024 mendekati akhir….
Hak Kesulungan yang Kembali
Oleh Paskalis Kossay Tokoh Masyarakat Provinsi Papua Pegunungan SEJAK 1998 tongkat kepemimpinan Jayawijaya diambil alih…
Mengapa Maybrat Lebih Maju Dalam Pencapaian SDGs Kampung?
Oleh Agus Sumule Dosen Universitas Papua, Manokwari, Papua Barat ADA salah satu indikator yang tersedia…
Sistem Noken dan Esensi Demokrasi yang Hilang
Oleh Samuel Kogoya, SH, MH, MM, M.Ak Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Tolikara SISTEM noken…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.


