TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika, Kamis (17/9) membuat gebrakan guna meningkatkan keterampilan pengurus Kelompok Kerja (Pokja) III melalui pelatihan memproduksi atau membuat sabun herbal berbahan lokal.
Para pengurus TP PKK Mimika menggandeng Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) SP4, Timika melakukan pelatihan membuat sabun berbahan lokal. Pelatihan tersebut diikuti staf sekretariat dan pengurus Pokja III TP PKK Mimika. Rombongan disambut hangat Kepala Sekolah SATP Sonianto Kuddi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat bimbingan langsung dari narasumber yang berkompeten di bidang pembuatan sabun herbal. Para peserta mempraktikkan langsung proses pembuatan cairan eco enzyme yang berasal dari limbah sayuran dan buah-buahan.
Cairan eco enzyme tersebut selanjutnya diolah menjadi sabun. Untuk pengembangan produk berbahan lokal, pengurus Pokja III akan memanfaatkan sejumlah bahan yang mudah ditemukan di Mimika seperti serai, daun kelor, dan buah merah.
Ketua TP PKK Mimika Ny Susana Herawati Rettob melalui Sekretaris I Ny Saralisa mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan membekali pengurus Pokja III dengan keterampilan membuat sabun herbal berbahan lokal.
“Setelah mereka tahu, kemudian saat kunjungan kerja ke distrik-distrik kita bisa berbagi ilmu disana. Kenapa sabun? Karena serai, daun kelor dan buah merah banyak ditemui di Mimika,” ujar Ny Saralisa kepada wartawan di Timika, Papua Tengah, Kamis (17/9).
Menurut Ny Saralisa, pemanfaatan bahan alami tersebut merupakan bagian dari upaya mengembangkan kearifan lokal sekaligus menghasilkan produk yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadi kita kembali ke bahan-bahan alami yang bisa kita pakai sehari-hari untuk mencuci piring, sabun mandi atau sebagai pembersih alat rumah tangga. Jadi bahan-bahannya alami dengan kearifan lokal kita,” kata Ny Saralisa lebih lanjut.
Ny Saralisa berharap agar setelah mengikuti pelatihan para pengurus Pokja III dapat mempraktikkan kembali ilmu yang diperoleh hingga menghasilkan produk yang berkualitas dan bermanfaat.
“Dari pelatihan ini, mereka akan berbagi ilmu untuk kemudian disosialisasikan hingga ke pelosok tingkat distrik. Kami menyampaikan apresiasi SATP yang memiliki narasumber berkompeten serta laboratorium sendiri untuk pembuatan sabun herbal,” katanya.
Menurut Ny Saralisa, fasilitas tersebut membuat proses pembelajaran lebih efektif dan efisien sekaligus memberikan kesempatan kepada pengurus PKK untuk mendapatkan pengetahuan baru tanpa harus mengikuti pelatihan di luar Mimika.
“Dengan keterampilan yang bertambah, pengetahuan yang didapat ini juga dapat berguna untuk rumah tangga dengan memanfaatkan bahan lokal yang bisa kita temui disekeliling kita,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Sekolah SATP Sonianto Kuddi mengatakan, lingkungan merupakan bagian penting dalam kehidupan yang harus terus dilestarikan.
Sonianto Kuddi menjelaskan, para pelajar SATP yang merupakan anak-anak dari dua suku asli Mimika, yakni Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan, sejak dini telah diajarkan untuk merawat lingkungan, menjaga kearifan lokal dan memiliki identitas sebagai Papua.
“Anak-anak harus punya rasa kepedulian akan sampah harus diolah seperti apa agar menjadi berguna. Program eco enzyme telah kami terapkan di SATP sejak 2020,” katanya.
Sejak saat itu, lanjut Sonianto, sudah banyak sekolah maupun masyarakat yang datang untuk belajar, termasuk TP PKK Mimika.
“Terima kasih kepada ibu-ibu PKK Kabupaten Mimika atas kunjungan luar biasa ini. Mari kita belajar bersama untuk melestarikan lingkungan di Mimika. Tuhan memberkati,” ujar Sonianto. (*)










