BILOGAI, ODIYAIWUU.com — Pastor Paroki Santo Michael Bilogai RD Yanuarius Yance W. Yogi, Pr, Minggu (13/9) resmi melantik Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Paroki Bilogai tahun 2026 di Pusat Paroki Bilogai, Intan Jaya, Dekanat Moni-Puncak Jaya, Keuskupan Timika, Papua Tengah.
Pastor Yance Yogi saat pelantikan mengharapkan kerja sama yang baik dari panitia dan seluruh umat agar seluruh rangkaian kegiatan hingga puncak peringatan HUT ke-74 Paroki Santo Michael Bilogai berjalan lancar, aman, dan kondusif.
“Proficiat untuk Panitia HUT ke-74 Paroki Bilogai tahun 2026 yang baru saja dilantik. Saya juga berharap agar kita bisa bekerja sama dengan baik agar seluruh kegiatan dapat terselenggara dengan ramai. Kita harus ramaikan negeri ini dengan kegiatan-kegiatan positif,” ujar Pastor Yance di Bilogai, Intan Jaya, Papua Tengah, Minggu (13/9).
Prosesi pelantikan dihadiri ikuti umat dari wilayah I yang terdiri atas empat gereja stasi di lingkungan Paroki Santo Michael Bilogai Intan Jaya, Dekanat Moni-Puncak Jaya, Keuskupan Timika.
Dalam kesempatan tersebut, Pastor Yance Yogi juga mengajak seluruh umat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan di lingkungan Paroki Bilogai. Ia juga mengingatkan umat agar tidak saling mencurigai satu sama lain sehingga suasana kehidupan bersama tetap damai dan kondusif.
“Mohon supaya kita semua menjaga keamanan di daerah ini. Kita tidak boleh saling mencurigai, sehingga daerah ini tetap damai dan kondusif,” kata Pastor Yance Yogi yang juga Dekan Dekanat Moni-Puncak Jaya dan imam putra asli tanah Papua.
Sementara itu Ketua I Panitia HUT ke-74 Paroki Santo Michael Bilogai Pewarta Titus Sondegau dalam kesempatan tersebut mengajak panitia, baik panitia inti maupun masing-masing seksi serta seluruh umat untuk segera mulai bekerja dan mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan.
“Saya mengajak kita semua, baik panitia inti, seksi-seksi maupun seluruh umat, supaya mulai bergerak hari ini karena waktu sudah tidak ada lagi. Amakaniee,” kata Titus Sondegau.
HUT ke-74 Paroki Santo Michael Bilogai akan dilaksanakan pada 12 Oktober 2026. Dalam rangka menyongsong perayaan penuh syukur tersebut, umat Paroki Santo Michael Bilogai juga akan melaksanakan kegiatan pendalaman iman selama Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) sebagai bagian dari persiapan rohani umat.
Dengan semangat kebersamaan, kerja sama, dan tanggung jawab menjaga keamanan serta kedamaian seluruh umat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan perayaan HUT ke-74 Paroki Santo Michael Bilogai tahun 2026.
Situs resmi wartaparokibilogai.com menulis, Paroki Santo Michael Bilogai merupakan paroki pertama dan tertua di wilayah Dekanat Moni–Puncak Jaya, Keuskupan Timika. Paroki ini terletak di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah.
Paroki ini memiliki sejarah panjang dalam perkembangan Gereja Katolik di daerah pegunungan tengah Papua, khususnya dalam pelayanan iman umat di wilayah yang terpencil dan penuh tantangan.
Sebelum terbentuknya Intan Jaya sebagai daerah otonom baru (DOB) kabupaten hasil pemekaran dari induknya, Kabupaten Paniai, wilayah pelayanan pastoral Paroki Santo Michael Bilogai mencakup beberapa stasi besar, yaitu Stasi Titigi, Bilai, dan Mbugulo.
Seiring dengan perkembangan wilayah administratif dan kebutuhan pelayanan umat, beberapa stasi tersebut kemudian dimekarkan menjadi paroki mandiri, seperti Paroki Titigi dan Paroki Mbugulo.
Saat ini, Paroki Santo Michael Bilogai melayani umat yang tersebar dalam 17 stasi (gereja) yang terbagi dalam 4 wilayah pelayanan pastoral. Wilayah ini mencerminkan luasnya jangkauan pelayanan serta keberagaman kondisi sosial dan geografis umat.
Adapun susunan Dewan Pastoral Paroki Santo Michael Bilogai Pastor Januarius Yance, Pr selaki Pastor Paroki; RP Agustinus Rumsory, Pr selaku Pastor Rekan; dan Karpus Belau, S.Pd, Gr selaku Ketua Dewan Pastoral Paroki.
Pelayanan pastoral di Paroki Santo Michael Bilogai menghadapi berbagai tantangan yang kompleks, antara lain kondisi geografis yang sulit dijangkau, keterbatasan sarana transportasi serta minimnya akses terhadap fasilitas pendidikan, kesehatan, dan komunikasi.
Selain itu, dinamika sosial masyarakat dan situasi keamanan di wilayah pegunungan juga turut memengaruhi efektivitas pelayanan pastoral. Namun demikian, dengan semangat iman yang kuat dan kebersamaan umat, Paroki Santo Michael Bilogai terus berupaya menjadi tanda kehadiran Gereja yang hidup, melayani, dan memberdayakan umat dalam terang Injil. (*)










