Khofifah Apresiasi Suzy Rettob Perkenalkan Produk Mimika Saat Expo Serambi Nusantara MTQ XXXI

Gubernur Provinsi Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa disambut Ketua Dekranasda Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah Ny Suzy Herawati Rettob saat Khofirah mengunjungi Stand Dekransda Mimika dalam ajang Expo Serambi Nusantara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 di Plaza Simpang Lima, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (12/9). Foto: Istimewa

SEMARANG, ODIYAIWUU.com — Gubernur Provinsi Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (12/9) malam mengunjungi Expo Serambi Nusantara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 di Plaza Simpang Lima, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Khofifah, Menteri Sosial Republik Indonesia periode 2014–2018, juga berkesempatan menyambangi stand Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Ketua Dekranasda Mimika Ny Suzy Herawati Rettob bersama tim Dekranasda menyertakan berbagai produk kerajinan para pengrajin Mimika untuk dipamerkan dalam expo berskala nasional tersebut. Stan Dekranasda Mimika ternyata memantik rasa ingin tahu Gubernur Khofifah di tengah gemerlap expo di Plaza Simpang Lima.

Khofifah mengapresiasi langkah Dekranasda Mimika yang dipimpin Ny Suzy Herawati Rettob. Pasalnya, Ny Suzy dinilai konsisten bersama anggota Dekranasda Mimika membawa dan memperkenalkan produk kerajinan daerah Mimika ke tingkat nasional.

Aneka kerajinan khas pengrajin lokal Mimika yang dipamerkan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung dan tamu undangan. Produk berbasis budaya lokal Papua ditata secara menarik, memperlihatkan kekayaan kreativitas para perajin Mimika.

Menurut Khofifah, anggota DPR RI periode 1992–1998, kehadiran produk-produk kerajinan daerah dalam berbagai ajang pameran bukan sekadar menjadi ruang promosi, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Dengan adanya ajang pameran seperti ini, tentu akan mendongkrak ekonomi masyarakat Mimika. Saya menyampaikan apresiasi kepada Ibu Ketua Dekranasda Mimika bersama anggotanya membina dan memperkenalkan produk khas pengrajin lokal,” ujar Khofifah saat berbincang santai dengan Ny Suzy Rettob dan penjaga stan Dekranasda Mimika di Plaza Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/9) malam.

Khofifah juga mengatakan, produk kerajinan daerah seperti Mimika memiliki potensi besar apabila terus dikembangkan, dikemas secara baik, kemudian diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas.

Langkah Dekranasda Mimika yang aktif membawa produk lokal ke berbagai event nasional dinilai menjadi salah satu terobosan penting dalam membuka akses pasar sekaligus memperkenalkan identitas budaya Mimika kepada masyarakat Indonesia.

Sedangkan Ny Suzy Rettob mengatakan, keikutsertaan Mimika dalam Expo Serambi Nusantara MTQ XXXI bukan hanya tentang memamerkan produk. Namun, setiap karya pengrajin lokal yang dipajang membawa cerita, identitas dan kebanggaan masyarakat Mimika.

“Dari tangan para perajin lokal, hasil karya pengrajin Mimika semakin berani tampil di panggung nasional, membawa budaya Papua sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi Masyarakat,” ujar Ny Suzy Rettob kepada wartawan di Plaza Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/9) malam.

Rangkaian kegiatan MTQ Nasional XXXI tahun 2026 di Kota Semarang tidak sekadar ajang perlombaan atau syiar keagamaan, tetapi juga wadah kolaborasi ekonomi antardaerah untuk memasarkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masing-masing.

Pameran MTQ Nasional XXXI di Plaza Simpang Lima yang berlangsung pada Sabtu-Sabtu (12-19/9) menyediakan 150 stan yang menyuguhkan berbagai produk UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.

Pembukaan acara itu juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Taj Yasin yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jawa Tengah, mengatakan, kehadiran perwakilan dari provinsi di Indonesia menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membuka peluang pemasaran ke berbagai wilayah Indonesia.

“Karena kita negara yang besar, kita harus saling mengenal potensi-potensi kita. Jawa Tengah dengan provinsi yang lain memiliki potensi masing-masing sehingga kita ingin maju bersama,” ujar Taj Yasin.

Menurut Taj Yasin, momentum berkumpulnya masyarakat dari Sabang sampai Merauke di Jawa Tengah dapat dimanfaatkan untuk membangun kolaborasi ekonomi antardaerah.

Taj Yasin menambahkan, produk kriya dan berbagai produk unggulan UMKM Jawa Tengah diharapkan tidak hanya dipasarkan di daerah sendiri, tetapi juga dapat menjadi oleh-oleh dan produk yang dipasarkan di provinsi lain.

“Siapa tahu oleh-oleh khas kriya dari Jawa Tengah bisa dipasarkan di provinsi yang lain. Begitu juga sebaliknya. Ini yang ingin kita angkat bersama-sama,” ujarnya.

Taj Yasin berharap momentum tersebut memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Jawa Tengah. Terlebih, ribuan orang dari berbagai daerah diperkirakan hadir di Kota Semarang selama pelaksanaan MTQ. (*)