Sosok  

Pater Amatus Mil, OFM: Jejak Panjang Tugas Perutusan Anggota Fransiskan Duta Damai Papua ‎

Anggota Fransiskan Duta Damai Papua Almarhum Pater Amatus Mil, OFM. Foto: Dok Pastor Engelberto Namsa, OFM

Usai bergabung dengan Persaudaraan Fransiskan di ujung barat Pulau Flores, Amatus Mil melangkahkan kaki ke Depok Jawa Barat. Tak sampai di situ, bersama kedua rekannya ia tiba di tanah Papua.

AMATUS Mil lahir 18 Juli 1961 di Kampung Raka, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah tamat dari pendidikan Sekolah Menengah Atas, Amatus muda memutuskan untuk masuk dan bergabung dengan Persaudaraan Fransiskan.

Amatus memulai menempuh masa Postulat di Pagal, Manggarai, ujung barat Pulau Flores pada tahun 1984 hingga selesai tahun 1985. Ia melanjutkan masa Novisiat (Tahun Kanonik) Fransiskan di Depok, Keuskupan Bogor, Jawa Barat.

Setelah masa Novisiat, tepatnya pada 15 Juli 1986 ia mengikrarkan profesi Pertama (Kaul pertama) di Depok. ‎Setelah kaul pertama, Frater Amatus Mil memutuskan untuk bergabung dengan Persaudaraan Fransiskan di tanah Papua.

Ia tiba dengan selamat di tanah Papua pada tahun 1986, bersama kedua teman anggkatannya. Mereka adalah Frater Wilem Warat Bungan, OFM dan Frater Yosep Bani Lena, OFM.

‎Frater Amatus Mil, OFM menempuh pendidikan Filsafat dan Teologi di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur Abepura, Jayapura, Papua. Ia selesai di lembaga tersebut tepat pada waktunya.

‎‎Dengan tekat dan langka yang kuat, Frater Amatus Mil, OFM mengucapkan Profesi Meriah (Kaul Kekal) pada 15 Agustus 1992 di Paroki Santo Fransiskus Asisi, A.P.O., Jayapura.

Ia ditahbiskan sebagai Diakon di Waena pada Juli 1994 dan tahbisan Imam Fransiskan di Paroki Sang Penebus Sentani, Jayapura pada 18 Juni 1995. Ia ditahbiskan bersama temannya Diakon Wilem Warat Bungan, OFM.

‎‎Tempat dan karya selama di tanah Papua sebagai berikut. Pada tahun 1986 hingga 1987, ia bertugas sebagai pengasuh di Panti Asuhan Vincentius Putra, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat sambil mengajar di beberapa Sekolah Dasar Katolik (SDK) di DKI Jakarta.

Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Stasi Welesi, Wamena. Ia menjalani tahun diakonat di Paroki Waghete, Deyai, Papua Tengah pada 1994 hingga selesai bertugas pada tahun 1995.

‎Setelah menjadi imam, Pater Amatus Mil, OFM bertugas sebagai Pastor Paroki Waghete, Keuskupan Timika dari tahun 1995 hingga 1996. Dari Waghete, ia bertugas sebagai Pastor Paroki Enarotali, Paniai, Keuskupan Timika dari tahun 1996 hingga selesai bertugas pada tahun 2002. Bertugas sebagi Pastor Paroki Moanemani, Keuskupan Timika, ldari tahun 2002 hingga selesai tahun 2005.

‎Dari wilayah Keuskupan Timika, Pater Amatus Mil, OFM pindah tugas di selatan tanah Papua. Ia bertugas sebagai pastor rekan di Paroki Santo Antonius Padua Bade, Mappi, Keuskupan Agung Merauke dari tahun 2005, hingga selesai bertugas sebagai pastor rekan pada tahun 2006. Pada tahun 2006, ia diangkat menjadi Pastor Paroki Bade hingga selesai bertugas pada tahun 2009.

‎Dari Keuskupan Agung Merauke, Pater Amatus Mil, OFM bertugas sebagai Pastor Paroki Sentani merangkap sebagai Pastor Paroki Santo Antonius Padua Sarmi, Keuskupan Jayapura dari tahun 2009 hingga selesai bertugas tahun 2015.

Pada tahun 2015 hingga 2017, ia bertugas sebagai Pastor Rekan di Paroki Emanuel Mapurujaya. Keuskupan Timika. ‎Awa tahun 2017, kondisi kesehatan Pater Amatus Mil, OFM kian menurun. Ia harus menjalani perawatan beberapa kali di sejumlah rumah sakit, termasuk harus dirujuk ke Jakarta.

Namun situasi berkata lain, Pater Amatus Mil, OFM dijemput oleh saudara maut badani pada 6 Januari 2018 pukul 17.55 WIT di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura, Papua.

Pater Amatus Mil, OFM meninggal dunia dalam usia 57 tahun. Ia menjadi seorang Fransiskan selama 33 tahun dan menjadi imam (pastor) selama 23 tahun. (*)

Pastor Engelberto Namsa, OFM, dari berbagai sumber