Kementerian Pertanian Bantu Tiga Ton Beras Kepada Warga Masyarakat Terdampak Konflik Wouma

Direktur Eksekutif YKKMP Theo Hesegem saat bersama pihak Pemprov Papua Pegunungan, Pemkab Jayawijaya, dan Perum Bulog Cabang Wamena menyerahkan beras bantuan Kementerian Pertanian kepada warga terdampak konflik Wouma di Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (15/7). Foto: Istimewa

WAMENA, ODIYAIWUU.com — Kementerian Pertanian Republik Indonesia memberikan bantuan tiga ton beras kepada warga terdampak konflik Wouma yang terjadi pertengahan Mei 2026.

Konflik Wouma melibatkan warga masyarakat asal Kabupaten Lanny Jaya dengan warga Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo dan warga Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Bantuan tersebut disalurkan pihak Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, dan Perum Bulog Cabang Wamena, Jayawijaya, Rabu (15/7).

Direktur Eksekutif YKKMP Theo Hesegem mengatakan, penyaluran bantuan dilakukan setelah melalui koordinasi, penyelesaian administrasi, dan survei lapangan sejak awal Juli.

“Bantuan ini kami bagi secara merata kepada dua kelompok masyarakat, masing-masing 1,5 ton untuk masyarakat Tugure Lanny Jaya dan 1,5 ton untuk masyarakat Tugure Kurima–Wouma,” ujar Theo Hesegem di Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Kamis (16/7).

Menurut Hesegem, sebelum disalurkan kepada warga terdampak, Perum Bulog Wamena menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pihak yayasan di halaman Kantor YKKMP, Jalan Sosial, Kelurahan Wamena Kota, Jayawijaya.

Penyerahan simbolis tersebut menjadi bagian dari proses serah terima bantuan kepada tim penyalur sebelum didistribusikan kepada warga terdampak penerima manfaat.

“Bantuan ini kemudian kami salurkan langsung kepada masyarakat melalui Tugure di Kampung Gunambur (Sinakma) untuk kelompok Lanny Jaya dan Kampung Wakuno, Distrik Wouma untuk kelompok Kurima–Wouma. Seluruh bantuan diterima secara utuh tanpa adanya pengurangan,” kata Hesegem.

Hesegem menambahkan, proses penyaluran didampingi langsung Kepala Dinas Sosial Papua Pegunungan Yenius Telenggen, Kepala Dinas Sosial Jayawijaya Simon Kalolik, perwakilan Perum Bulog Cabang Wamena serta pihak yayasan.

Hesegem menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia atas kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak konflik Wouma.

“Bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah kepada warga terdampak konflik Wouma. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban mereka serta menjadi bagian dari upaya memperkuat perdamaian dan pemulihan kehidupan,” ujar Hesegem.

Hesegem juga menyampaikan penghargaan kepada Pemprov Papua Pegunungan, Pemkab Jayawijaya, Perum Bulog Cabang Wamena, aparat keamanan serta seluruh pihak yang telah mendukung sehingga proses penyaluran bantuan berlangsung aman, tertib, transparan, dan tepat sasaran.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat penerima manfaat menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia atas bantuan yang diberikan.

Masyarakat juga berharap ada dukungan lanjutan dari pemerintah, khususnya dalam bentuk pangan, pembangunan kembali rumah-rumah yang rusak akibat konflik, pemulihan ekonomi masyarakat, pelayanan kesehatan, pendidikan serta program rehabilitasi pascakonflik.

“Keberhasilan penyaluran bantuan ini merupakan hasil sinergi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Perum Bulog, dan masyarakat,” ujar Hesegem.

Pihaknya juga berharap agar ke depan tetap membangun koordinasi dengan berbagai pihak guna mendorong tersedianya bantuan lanjutan serta mendukung proses rekonsiliasi dan pemulihan kehidupan masyarakat terdampak konflik secara berkelanjutan. (*)