TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Kabar sukacita penuh syukur kepada Tuhan hadir di tengah umat Kristiani di tanah Papua, khususnya di Provinsi Papua Tengah. Saat ini, umat Kristiani diliputi suasana bahagia bercampur haru saat Alkitab dalam Bahasa Damal dan Amungme resmi diluncurkan dan dipersembahkan bagi umat Kristiani di tanah Papua.
Acara peluncuran Alkitab dalam Bahasa Damal dan Amungme berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) Futsal Mimika, Timika, kota Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (20/5).
Kehadiran Alkitab dalam Bahasa Damal dan Amungme tersebut menjadi persembahan terindah bagi pertumbuhan iman umat sekaligus peristiwa budaya masyarakat asli tanah Papua khususnya yang bermukim di wilayah Meepago.
Momen bersejarah ini menjadi bukti nyata bahwa firman Tuhan kini hadir semakin dekat dengan hati masyarakat melalui bahasa ibu mereka sendiri.
Peluncuran Alkitab tersebut melibatkan denominasi gereja-gereja Protestan seperti Gereja Kingmi dan Gereja Kristen Indonesia. Peuncuran juga melibatkan Gereja Katolik Keuskupan Timika.
Ratusan jemaat dari berbagai wilayah tampak memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti ibadah syukur yang menjadi bagian dari rangkaian acara peresmian.
Acara bertajuk Bersyukur Atas Kebaikan dan Perbuatan-Perbuatan Besar Dari Tuhan bukan sekadar menjadi momentum rohani, tetapi juga peristiwa penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat Damal dan Amungme.
Wakil Bupati Kabupaten Mimika Emanuel Kemong mengatakan, peluncuran Alkitab Damal dan Amungme bukan sekadar acara seremonial keagamaan biasa. Di sana juga terselip momentum rohani dalam ziarah perjalanan sejarah, iman, dan budaya masyarakat Papua.
“Hari ini kita menyaksikan bahwa firman Tuhan benar-benar hadir untuk semua bangsa, semua suku, dan semua bahasa,” ujar Emanuel Kemong di Timika, Papua Tengah, Kamis (21/5).
Menurut Emanuel, hadirnya Alkitab dalam bahasa lokal menjadi bukti nyata bahwa kasih Tuhan menjangkau seluruh umat manusia tanpa membedakan suku maupun latar belakang budaya.
Emanuel menambahkan, bahasa daerah merupakan identitas dan warisan leluhur yang harus terus dijaga oleh generasi Papua. Karena itu, penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa ibu dinilai sangat penting agar pesan firman Tuhan lebih dekat dan mudah dipahami masyarakat.
“Orang tua dapat mengajarkan firman Tuhan kepada anak-anak menggunakan bahasa yang dipahami sejak lahir. Generasi muda juga bisa mengenal nilai rohani sekaligus identitas budayanya,” ujar Emanuel lebih lanjut.
Emanuel menambahkan, Pemerintah Kabupaten Mimika mendukung penuh setiap upaya pelestarian bahasa daerah dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Emanuel, mantan guru yang lama mendedikasikan tenaganya mengurus pendidikan di tanah Papua, juga berharap agar Alkitab Bahasa Damal dan Amungme tidak sekadar menjadi simbol atau koleksi. Namun, harus benar-benar digunakan dalam ibadah, pendidikan rohani hingga kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Kepada generasi muda Papua, jangan pernah malu menggunakan bahasa ibu. Di dalam bahasa itu ada identitas, sejarah, dan nilai luhur nenek moyang kita,” ujar Emanuel
Peluncuran Alkitab Bahasa Damal dan Amungme itu pun disambut penuh sukacita oleh jemaat yang hadir dan banyak warga menilai kehadiran Alkitab berbahasa lokal menjadi warisan rohani sekaligus budaya yang akan terus hidup bagi generasi Papua di masa mendatang. (*)










