TEMBAGAPURA, ODIYAIWUU.com — Curah hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kabupaten Mimika, Sabtu (25/4) malam berujung longsor menerjang sejumlah titik di Distrik Tembagapura, Provinsi Papua Tengah.
Bupati Kabupaten Mimika Johannes Rettob, Selasa (28/4) mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia dan didukung aparat TNI-Polri langsung terjun ke lokasi guna melakukan perbaikan jalan yang rusak di Tembagapura pasca longsor yang terjadi Sabtu akhir pekan lalu.
“Kami sudah mendapatkan laporan atas peristiwa longsor di Distrik Tembagapura. Longsor terjadi menyusul curah hujan dengan intensitas tinggi,” ujar Bupati John Rettob di Timika, kota Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (28/4).
John menjelaskan, akibat longsor yang menerjang Distrik Tembagapura, ruas jalan di wilayah itu terputus dan hanya bisa diakses masyarakat dengan jalan kaki.
“Kami khawatirkan Rumah Sakit Banti ini ada di dalam ruas jalan yang longsor. Apabila ada rujukan ke Tembagapura atau Timika itu yang susah karena jalan penghubung dari Kampung Banti ke Tembagapura terputus,” kata John Rettob lebih lanjut.
Menurut John pihaknya telah melakukan koordinasi dengan PT Freeport Indonesia didukung TNI-Polri untuk memperbaiki akses jalan tersebut.
“Mulai Senin (27/4) akses jalannya sudah mulai diperbaiki. Kalau hari ini tidak hujan maka besok akses jalan sudah selesai diperbaiki,” ujar John.
Kepala Distrik Tembagapura Dev Richard Tatiratu mengatakan, peristiwa longsor di daerah itu terjadi pada Sabtu (25/4) malam menyusul curah hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah itu.
“Setelah kejadian itu, paginya PT Freeport Indonesia langsung turun dan melakukan perbaikan akses jalan tersebut menggunakan alat berat,” kata Richard Tatiratu.
Pemerintah Distrik Tembagapura terus membangun kolaborasi antara PT Freeport Indonesia bersama aparat TNI-Polri untuk memperbaiki akses jalan tersebut.
“Akses jalan yang rusak sedang diperbaiki oleh PT Freeport Indonesia. Kalau kendaraan roda empat belum bisa lewat tetapi kalau untuk masyarakat bisa melintasi dengan jalan kaki,” ujar Richard Tatiratu.
Menurutnya, jalan rusak dan terputus adalah akses jalan dari Kampung Kimbeli menuju Banti II. “Tadi (Senin, 27/4) pagi kami berkolaborasi dengan PT Freeport Indonesia aparat TNI-Polri melakukan kunjungan ke beberapa lokasi terdampak banjir dan longsor. Secara umum ada beberapa pondok warga yang rusak,” katanya.
Richard mengatakan saat ini proses perbaikan akses jalan yang rusak terus dikerjakan oleh PT Freeport Indonesia. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. “Saya bersama dengan seluruh staf saat ini tetap berada di Tembagapura bersama dengan masyarakat,” ujarnya,
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Mimika bersama Dinas Pekerjaan Umum juga telah berada di Tembagapura untuk memberikan dukungan kepada masyarakat. (*)










