TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiwa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Santa Theresia Cabang Timika Seravina Nuryanti Juita bersama sejumlah pengurus, Selasa (21/4) bertemu Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka di Timika, kota Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Pertemuan berharga dan bersejarah itu dilakukan Ketua Presidium dan Pengurus PMKRI Timika di sela-sela kunjungan kerja (kunker) Gibran di Mimika setelah kunker di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Di Nabire, mantan Walikota Solo itu mengunjungi runway bandara, pusat pemerintahan, dan pelabuhan. Sedangkan di Mimika, Gibran melakukan sejumlah agenda penting termasuk mengunjungi Command Center Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, sekolah-sekolah, memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, kampung nelayan, dan meninjau sejumlah infrastruktur lainnya.
“Tadi (Selasa, 21/4) kami bertemu dengan Wakil Presiden Bapak Gibran dan meminta bantuan beliau memberi perhatian kepada Pemerintah Kabupaten Mimika dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui komitmen anggaran bersumber APBN agar masyarakat perlahan maju seperti daerah-daerah lain di Indonesia,” ujar Ketua Presidium PMKRI Timika Seravina Nuryanti Juita di Bertemu di Hotel Swiss Bellin, Timika, kota Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (21/4).
Menurut Seravina Nuryanti Juita, dalam pertemuan tersebut ia bersama para pengurus juga meminta atensi Gibran dan jajaran pemerintah pusat memberi atensi atas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua Tengah serta tanah Papua umumnya yang belakangan diterpa konflik kekerasan yang mengorbankan rakyat sipil.
“Setelah bertemu Bapak Wakil Presiden menyampaikan tanggapan positif dan menegaskan kehadirannya di Papua Tengah, khususnya di Nabire dan Mimika untuk mendengar langsung masukan pemerintah dan berbagai elemen untuk memastikan seluruh masyarakat merasakan aman dan nyaman di atas tanah sendiri,” kata Seravina Nuryanti Juita.
Seravina menambahkan, dalam pertemuan dengan Gibran ditekankan juga pentingnya mencari jalan keluar, solusi secara holistik, berkelanjutan, berkeadilan, dan langkah konkret terukur dari pemerintah guna menekan intensitas konflik kekerasan yang terjadi belakangan di sejumlah wilayah di Papua Tengah.
“Selain itu, dalam pertemuan dengan Bapak Wakil Presiden kami mendorong dibukanya ruang dialog damai agar martabat manusia Papua semakin dihargai. Prinsipnya, melalui beliau kami meminta perlu adanya jaminan keamanan bagi seluruh warga Papua sebagai agenda prioritas negara dalam upaya menciptakan stabilitas dan perdamaian di atas tanah Papua,” katanya. (*)










