Bupati Willem Wandik Tegaskan Pemkab Tolikara Komit Lakukan Tranformasi Secara Menyeluruh

Bupati Kabupaten Willem Wandik, S.Sos saat menghadiri acara penutupan Sidang Klasis Wina ke-II Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) di Distrik Wina, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan, Kamis (16/4). Foto: Istimewa

WINA, ODIYAIWUU.com — Bupati Willem Wandik, S.Sos menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara berkomitmen teguh melakukan transformasi secara menyeluruh atau holistik di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Penegasan Bupati Wandik dikemukakan saat acara penutupan Sidang Klasis Wina ke-II Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) di Distrik Wina, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan, Kamis (16/4).

“Melalui sinergi antara penguatan iman dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, Pemerintah Kabupaten Tolikara mulai meletakkan fondasi pembangunan spiritual dan jasmani secara selaras dari Distrik Wina,” ujar Bupati Wilem Wandik di Wina, Tolikara, Papua Pegunungan, Kamis (16/4).

Penegasan itu disampaikan Bupati Wandik didampingi Wakil Bupati Yotam Wonda, SH, M.Si bersama jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah OPD dalam rangakain penutupan Sidang Klasis Wina II yang berlangsung Senin-Kamis (13-16/4).

Sidang gerejawi tersebut mengusung tema Bukan Orang Sehat yang Memerlukan Tabib, Tetapi Orang Sakit yang diambil dari Injil Matius 9 ayat 12 sebagai refleksi panggilan pelayanan gereja di tengah kehidupan masyarakat.

Kegiatan Sidang Klasis Wina ke-II GIDI tersebut diikuti perwakilan dari 12 klasis, di antaranya Klasis Kembu, Kage, Linggir, Timori, Panaga, Umagi, Dudu, Yaligua, dan Klasis Wina sebagai tuan rumah serta sejumlah calon klasis baru.

Selama persidangan peserta membahas berbagai agenda strategis gereja, termasuk pemilihan kepengurusan baru. Dalam sidang ini, Inies Kogoya terpilih sebagai Ketua Klasis Wina didampingi Wakil Ketua Bahgire Wenda, Sekretaris Mendiles Gire, dan Bendahara Giremili Wanimbo beserta struktur pelayanan lainnya.

Penutupan sidang ditandai dengan pelepasan tanda peserta secara simbolis oleh Bupati Wandik sebagai bentuk berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh sukacita.

Bupati Wandik dalam sambutannya menyampaikan apresiasi suksesnya pelaksanaan Sidang Klasis Wina II yang menghasilkan keputusan-keputusan penting bagi pelayanan gereja ke depan.

“Saya juga mengingatkan kembali bahwa sejarah pelayanan para misionaris tidak hanya membawa Injil, tetapi juga menghadirkan keterampilan hidup seperti pertukangan dan pelayanan Kesehatan,” ujar Bupati Wandik, mantan anggota DPR RI dan tokoh muda dari kawasan timur Indonesia

Untuk itu, lanjut Bupati Wandik, ke depan Pemkab Tolikara akan membuka balai pelatihan keterampilan dan mengirim tenaga ahli ke Distrik Wina. Pelatihan tersebut menyentuh berbagai bidang.

Misalnya, pelatihan ketrampilan di bidang pertukangan, kesehatan, pengolahan kayu, menjahit hingga keterampilan teknis lainnya. Tujuannya, untuk membekali generasi muda agar mandiri sehingga berpartisipasi bersama pemerintah membangun daerah.

Wandik menambahkan, Pemkab Tolikara juga berencana membangun sekolah unggulan berpola asrama di Jayapura, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Sekolah tersebut dirancang untuk mencetak generasi unggul Papua yang tidak hanya cerdas secara akademik.

“Sekolah unggulan ini juga mencetak generasi yang berkarakter dan beridentitas secara budaya. Para siswa nantinya juga akan dibekali berbagai bahasa, termasuk Bahasa Inggris, Yunani, Ibrani serta bahasa daerah seperti Lani dan Mamberamo agar mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan jati diri,” kata Wandik.

Bupati Wandik mengatakan, kehadiran dirinya bersama seluruh pimpinan OPD di Wina merupakan bukti nyata bahwa wilayah ini menjadi prioritas pembangunan, baik dari sisi fisik maupun nonfisik.

“Pemerintah daerah juga akan memperluas akses komunikasi dengan menghadirkan jaringan internet berbasis satelit seperti Starlink di distrik-distrik yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi,” katanya.

Langkah ini, ujar Wandik, diharapkan mempercepat pelayanan darurat, khususnya dalam situasi kesehatan maupun bencana sehingga masyarakat dengan cepat terhubung dengan pemerintah untuk mendapatkan pertolongan.

Bupati mencontohkan, pengalaman nyata saat menerima informasi darurat terkait bayi yang membutuhkan penanganan medis di Distrik Dabra karena bayi itu lahir tidak normal. Meski upaya telah dilakukan dengan sigap, namun bayi tersebut tidak tertolong lalu meninggal di Bandara Sentani. Peristiwa tersebut menjadi pelajaran pentingnya akses komunikasi yang memadai di wilayah terpencil.

Usai penutupan sidang, dilanjutkan dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Pemkab Tolikara dengan sejumlah klasis. Penandatangan hibah merupakan wujud nyata dukungan pemerintah terhadap pelayanan gereja dan pembangunan masyarakat berbasis keimanan.

Menurutnya, melalui sinergi antara pemerintah dan gereja diharapkan pembangunan di Tolikara tidak sekadar menyentuh aspek fisik, tetapi memperkuat nilai spiritual, kualitas sumber daya manusia serta kemandirian masyarakat di seluruh wilayah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Wandik dan Wakil Bupati Wonda menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp 200 juta. Bantuan tersebut diterima langsung Ketua Klasis Wina disaksikan ribuan jemaat serta pimpinan OPD yang hadir. (*)