Bupati Mimika John Rettob Fasilitasi Pertemuan Menuju Damai: Kubu Dang Nyatakan Siap Berdamai

Bupati Mimika John Rettob didampingi Wakil Bupati Emanuel Kemong saat menggelar pertemuan yang dihadiri Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal dan Sekda Nenu Tabuni serta pimpinan perang, para kepala suku, dan keluarga lima korban meninggal dari kubu Dang di Pendopo Rumah Negara, SP 3, Timika, Papua Tengah, Senin (6/1). Foto: Istimewa

TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Bupati Kabupaten Mimika Johannes Rettob didampingi Wakil Bupati Emanuel Kemong, Senin (5/1) malam menggelar pertemuan di Pendopo Rumah Negara, SP 3, Timika, kota Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Bupati John Rettob mengatakan, pertemuan yang difasilitas tersebut bertujuan mendengar langsung aspirasi kelompok Dang agar perang bisa segera diakhiri. Pertemuan dihadiri juga Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal dan Sekda Nenu Tabuni beserta jajarannya, pimpinan perang, para kepala suku, dan keluarga lima korban meninggal dari kubu Dang.

“Setelah dengar aspirasi bapa-bapak (kelompok Dang) yang hadir, kami juga akan dengar aspirasi dari kubu sebelah. Kita mau segera berdamai supaya kita bisa melanjutkan aktivitas seperti biasa,” ujar Bupati John Rettob di Timika, Papua Tengah, Senin (5/1).

Dalam pertemuan tersebut, pimpinan perang, para kepala suku, dan keluarga lima korban meninggal dari kubu Dang menyatakan siap berdamai. Dalam pertemuan itu, kelompok Dang menyatakan mengakhiri konflik menuju perdamaian permanen sebagai sesama saudara dalam honai yang sama di atas tanah Papua.

Wakil Bupati Naftali Akawal dalam kesempatan itu menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pertemuan tersebut. Ia mengatakan, komunikasi damai perlu dibangun agar konflik yang telah menelan banyak korban itu segera berakhir.

“Malam ini pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi keluarga korban untuk menyampaikan aspirasi,” ujar Naftali Akawal.

Sedangkan Nenu Tabuni mengatakan, pemerintah tidak tinggal diam sejak konflik pecah. Ia menjelaskan, berbagai upaya telah dilakukan, diantaranya pertemuan bersama Kapolda, Kapolres, MRP, DPRP hingga Gubernur Papua Tengah, Danrem dan Bupati Mimika.

Menurut Nenu, total korban meninggal mencapai 11 orang, masing-masing lima dari kubu Dang dan lima kubu Newegalen. Sementara satu korban terakhir masih menjadi pembahasan.

“Kita ini orang Puncak. Perang terjadi di tanah Mimika, wilayah hukum Polres Mimika. Pemerintah Puncak dan Mimika akan melapor ke gubernur dan kapolda supaya proses perdamaian dipercepat. Sekarang kita mau dengar, mau damai atau lanjut,” kata Nenu.

Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong juga mengatakan, konflik harus dihentikan. Pertikaian yang telah berlangsung sekitar tiga bulan, lanjutnya, sudah terlalu banyak memakan korban. Karena itu, jalan damai menjadi satu-satunya pilihan.

Benyamin, tokoh dari kubu Dang mengatakan, pihaknya siap berdamai apabila kubu Newegalen menerima penyelesaian korban terakhir. “Bila kesepakatan tercapai, prosesi adat perdamaian atau bela kayu siap dilakukan secepatnya,” ujar Benyamin.

Perwakilan keluarga korban juga menyampaikan sikap serupa. Seorang woemum menyebutkan, korban dari kedua kubu berasal dari marga yang sama, Magai, dan meminta Bupati Mimika, Wakil Bupati Mimika serta Sekda Puncak memfasilitasi agar Lukius Newegalen menerima korban terakhir.

“Kami keluarga Pinggir Kiwak dan Linus Kiwak sepakat damai. Kalau jenazah yang dibakar secara adat tadi diterima, berarti imbang. Kalau tidak maka konflik bisa lanjut,” ujar perwakilan keluarga korban.

Usai pertemuan, Bupati John Rettob mengatakan pihaknya akan melanjutkan pendekatan dengan Lukius Negewalen sebagai bagian dari upaya penyelesaian konflik. Jika pendekatan tersebut diterima, maka proses perdamaian akan berjalan sesuai mekanisme adat yang disepakati bersama.

Bupati Rettob dalam kesempatan itu juga meminta agar selama proses pendekatan berlangsung, kelompok Dang menahan diri dan tidak lagi melakukan aksi perang. Ia mengajak semua pihak mendukung aparat keamanan demi menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami minta sementara proses berjalan bapa-bapa kelompok Dang jangan perang lagi. Kita dukung aparat keamanan supaya bisa damai,” kata Bupati Rettob lebih lanjut.

Pemerintah berharap langkah dialog ini menjadi pintu masuk perdamaian permanen, sehingga konflik yang terjadi ditengah masyarakat tidak kembali memakan korban jiwa dan stabilitas keamanan dapat terjaga. (*)