MERAUKE, ODIYAIWUU.com — Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo berada di tanah Papua dalam lawatan resmi menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-40 di Istora Papua Bangkit, Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Selasa (23/).
Dalam lawatan resminya di bumi Cenderawasih, Presiden Jokowi didampingi Ibu Iriana Joko Widodo melakukan penanaman tebu perdana di PT Global Papua Abadi, Kampung Sermayam, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Selasa (23/7). Penanaman tebu, ujar Jokowi, adalah wujud dukungan pemerintah terhadap inisiatif berkelanjutan bidang pertanian dan lingkungan.
“Penanaman tebu perdana di Kabupaten Merauke adalah wujud dukungan pemerintah terhadap inisiatif berkelanjutan bidang pertanian dan lingkungan. (Wujud dukungan itu) tidak hanya pemerintahan saat ini, tetapi juga pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto juga akan fokus pada pangan dan energi,” ujar Presiden Jokowi melalui akun Twitter-nya, @jokowi dan dikutip Odiyaiwuu.com di Jakarta, Rabu (24/7).
Menurut Jokowi, saat ini dunia sedang menghadapi krisis pangan akibat perubahan iklim, kekeringan panjang, dan gelombang panas. Oleh karena itu, ujarnya, ketahanan dan kedaulatan pangan menjadi prioritas utama pemerintah.
“Saya mengapresiasi upaya perawatan lingkungan secara berkelanjutan. Saya optimistis wilayah Merauke dan sekitarnya akan menjadi lumbung pangan Indonesia dengan potensi produksi padi, jagung, dan tebu untuk gula pasir serta bioetanol,” kata Jokowi, mantan Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Solo.
Menurut Jokowi, penanaman tebu di Merauke merupakan langkah strategis dalam menjawab krisis pangan global yang dipicu oleh perubahan iklim yang ekstrem.
“Ya ini kita tahu dunia sekarang sedang krisis pangan karena perubahan iklim, panas yang panjang, kering yang panjang, gelombang panas, dan kemandirian pangan, ketahanan pangan, kedaulatan pangan itu harus menjadi konsentrasi,” ujar Jokowi mengutip presidenri.go.id di Jakarta, Selasa (23/7).
Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung inisiatif-inisiatif yang berkelanjutan dalam bidang pertanian dan lingkungan. Tidak hanya pemerintahan saat ini, pemerintah presiden terpilih Prabowo Subianto juga akan fokus di bidang pangan dan energi.
“Di sini sudah dicoba, tidak hanya sekali dua kali tapi tidak berhasil. Tapi yang sekarang menurut saya kalau tadi saya melihat mulai dari awal pembibitan dengan tissue culture, penanaman beberapa varietas, hasilnya juga kelihatan sudah dicek berapa ton semuanya sudah secara saintifik sudah dijalani,” kata Jokowi.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga meninjau sejumlah fasilitas dan sarana prasarana yang ada di perusahaan tersebut. Di antaranya laboratorium kultur jaringan, pembibitan tebu, perkebunan tebu, hingga persemaian tanaman konservasi. Pihaknya optimistis akan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan di kawasan Merauke dan sekitarnya, dengan potensi produksi seperti padi, jagung, dan tebu untuk gula pasir dan bioetanol.
“Kalau melihat lapangannya di sini datar, air juga melimpah saya kira memang kesempatan untuk menjadikan Indonesia lumbung pangan di Merauke dan sekitarnya,” kata Jokowi.
Kepala Negara juga menyambut positif niat baik perusahaan dalam mengawali upaya merawat lingkungan secara berkelanjutan. Salah satunya adalah dengan membuat persemaian yang memproduksi bibit maupun tanaman endemik Papua untuk merehabilitasi hutan-hutan yang ada. “Jadi pangannya dapat, energi hijaunya dapat, tetapi juga hutannya tidak dirusak,” kata Jokowi.
Dalam kesempatan hadir juga Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Penjabat Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, dan Bupati Merauke Romanus Mbaraka. (Ansel Deri/Odiyaiwuu.com)










