KAUREH, ODIYAIWUU.com — Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Kaureh bersama Tim Identifikasi Satuan Reskrim (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Jayapura bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pasca kebakaran yang menghanguskan bangunan SD Persiapan Rajawali Estate, Distrik Kaureh, Kabupaten Jayapura, Papua.
Gerak cepat personel Polsek Kaureh bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Jayapura dilakukan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait peristiwa kebakaran yang menghanguskan bangunan SD tersebut.
Langkah tersebut bertujuan mengungkap penyebab kejadian tersebut, melakukan pemeriksaan awal, meminta keterangan saksi, dan memasang garis polisi (police line).
Kepala Kepolisian Resor Jayapura AKBP Dionisius Vox Dei Paron Helan, SIK, MH, M.Tr.Mil melalui Kapolsek Kaureh Iptu Gunadi menjelaskan, pihaknya menerima laporan kebakaran pada Kamis (23/7) sekitar pukul 01.40 WIT. Laporan tersebut disampaikan masyarakat setelah melihat kobaran api melalap bangunan sekolah.
“Begitu menerima informasi, personel segera menuju lokasi untuk melakukan upaya pengamanan dan penyelidikan awal,” ujar Gunadi kepada wartawan Kaureh, Jayapura, Papua, Jumat (24/7).
Menurut Gunadi, saat petugas tiba bangunan sekolah telah dilalap api. Saksi mata menyebut, titik awal api diduga berasal dari sudut kiri bangunan sekolah. Karena itu, dalam rangkaian penanganan perkara, personel Polsek Kaureh melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Selain itu, meminta keterangan sejumlah saksi serta mengamankan area kebakaran guna menjaga keutuhan barang bukti. Kepala SD Persiapan Rajawali Estate juga menjadi salah satu saksi yang dimintai keterangan.
Saksi menerangkan, pada Rabu (22/7) sempat terjadi kesalahpahaman antara pihak sekolah dengan salah seorang orang tua murid terkait penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP).
Persoalan tersebut kemudian dimediasi oleh pihak perusahaan. Dalam mediaas itu dijelaskan bahwa bantuan PIP merupakan program pemerintah yang disalurkan langsung ke rekening masing-masing siswa sesuai data penerima.
Setelah memperoleh penjelasan, orang tua murid tersebut menerima penjelasan yang diberikan dan menyampaikan permohonan maaf sebelum kembali ke rumahnya.
Sementara itu Kanit PAM Rajawali Elipas Tapakeding yang pertama kali menerima laporan masyarakat menerangkan, ketika tiba di lokasi, bangunan sekolah sudah dalam kondisi terbakar hebat.
Dari hasil pengamatan awal, api diduga pertama kali muncul dari sisi kiri bangunan sekolah. Di sekitar lokasi kebakaran diketahui terdapat rumah warga yang saat itu sedang menggelar acara duka.
Namun hingga kini, belum diperoleh keterangan yang dapat mengungkap penyebab kebakaran karena warga yang berada di lokasi masih dalam suasana berkabung. Sebagian warga lainnya juga belum bersedia memberikan keterangan kepada petugas.
Sebagai langkah awal proses penyelidikan, personel Polsek Kaureh memasang garis polisi di area bangunan yang terbakar guna mengamankan status quo TKP serta mencegah masuknya pihak-pihak yang tidak berkepentingan.
Selanjutnya, Polsek Kaureh berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Satreskrim Polres Jayapura untuk melaksanakan olah TKP secara menyeluruh pada Jumat (24/7) guna mengumpulkan barang bukti dan mengungkap penyebab pasti kebakaran.
Gunadi menegaskan bahwa hingga saat ini penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan dan belum dapat disimpulkan. Karena itu, ia mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Percayakan proses penanganan perkara kepada pihak kepolisian. Apabila ada warga yang mengetahui atau melihat peristiwa tersebut, kami mengharapkan kesediaannya untuk memberikan informasi kepada penyidik sehingga proses pengungkapan penyebab kebakaran dapat berjalan secara maksimal,” ujar Gunadi. (*)










