NABIRE, ODIYAIWUU.com — Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Papua Tengah Tino Mote, SIP menegaskan, pihaknya menyampaikan apresiasi enam suku yang sukses menggelar musyawarah suku pesisir dengan sejumlah keputusan strategis yang dihasilkan demi kemajuan daerah.
“Kami pengurus Pemuda Katolik Komda Papua Papua Tengah menyampaikan apresiasi kepada enam suku yang sukses menggelar musyawarah suku pesisir guna mendukung 13 Perda sehingga menjadi acuan DPRP Papua Tengah,” ujar Tino Mote di Nabire, kota Provinsi Papua Tengah, Rabu (5/8).
Tino menambahkan, hasil keputusan musyawarah adat enam suku pesisir tersebut berorientasi pada kepentingan dan kebaikan umum (bonume commune) masyarakat Papua Tengah, tidak berpijak pada kepentingan suku atau kelompok namun dalam konteks kebutuhan yang holistik dan universal.
“Musyawarah suku dengan sejumlah putusan musyawarah besar enam suku pesisir segera dikirim ke DPRP Papua Tengah guna menambah 13 putusan DPRP Papua Tengah,” kata Tino lebih lanjut.
Hasil musyawarah itu terkait Perda tentang Pemberdayaan Lembaga-Lembaga Pendidikan Swasta terutama YPK, YPPK, YPPGI, dan lain-lain. Kemudian, Perda terkait Pengelolaan Danau serta Perlindungan Bahasa Daerah, Perda terkait Perlindungan, Pemberdayaan Nelayan serta Budidaya Ikan oleh orang asli Papua.
Selain itu, Perda terkait Standar Kompetensi Hasil Hutan, Perda terkait Peradilan Adat dan Penanganan Konflik Sosial dan Perda terkait Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat, dan lain-lain.
Dengan hasil rekomendasi musyawarah enam suku pesisir pantai tersebut, kata Tino, pihak Pemuda Katolik Komda Papua Tengah mengajak suku-suku lain memberikan rekomendasi sesuai adat masing-masing suku di Papua Tengah.
“Rekomendasi itu sangat membantu DPRP Papua Tengah menyiapkan Perda sehingga warga masyarakat Papua Tengah memiliki paying hukum atau rambu-rambu kehidupan dalam urusan masyarakat adat,” kata Tino. (*)










