DAERAH  

Masuk Pengurus IKL, Etty Wukak Berniat Jadikan Organisasi Wadah Pengabdian di Kota Sorong

Aktivis perempuan asal NTT Kota Sorong Agata Ure Wukak Parera, SM (kanan) bersama Wali Kota Sorong Wali Kota Septinus Lobat, SH, MPA (kanan) dan Ketua TP PKK Ny Jemima Elisabeth Lobat, SKM, MAP (tengah). Foto: Istimewa

SORONG, ODIYAIWUU.com — Ikatan Keluarga Lamaholot (IKL) Kota Sorong merupakan wadah masyarakat asal Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) atau Flobamora yang tinggal dan bekerja di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.

Agata Ure Wukak Parera, SM mengaku, ia mendapat kehormatan dari Ketua Umum IKL Kota Sorong Kornelis Kopong Ola Rianghepat dan para pengurus untuk ambil bagian sebagai pengurus IKL Kota Sorong periode 2026-2031.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada ketua dan para pengurus atas kepercayaan menjadi pengurus IKL Kota Sorong masa kepengurusan 2026-2031,” kata Etty Wukak di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (31/5).

Menurut Etty Wukak —sapaan akrab Agata Ure Wukak— kepercayaan ini tentu bukan hal mudah tetapi bagian tanggung jawab IKF Kota Sorong berpartisipasi bersama pemerintah dan para pihak, stakeholder membangun daerah agar lebih maju dan masyarakatnya makin sejahtera dari hari ke hari.

Selain itu, kata Etty Wukak, perempuan asal Lewuka kelahiran Kampung Kluang, Nagawutun, Kabupaten Lembata, kepercayaan masuk dalam struktur pengurus IKL Kota Sorong juga ia terima dengan senang hati dan penuh tanggung jawab agar menjadi bagian dari tugas perutusan sebagai warga gereja dan masyarakat mengabdi Kota Sorong.

“Saya juga berdoa dan berharap agar melalui kepercayaan ini saya bersama para ketua, pengurus, dan anggota IKL Kota Sorong dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di kota ini. Melalui tugas dan karya masing-masing di tanah rantau, kami di IKL Kota Sorong boleh menjadi berarti bagi Kota Sorong,” ujar sarjana manajeman (SM) lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah, Sorong.

Menurut Etty Wukak, Kota Sorong di bawah kepemimpinan Wali Kota Septinus Lobat, SH, MPA dan Wakil Wali Kota H. Anshar Karim, A.Md terus membangun di berbagai sektor demi kesejahteraan masyarakat. Karena itu, keterlibatan stakeholder juga sangat diperlukan sehingga membantu meringankan tugas pemerintah daerah beserta jajarannya.

“Saya juga berdoa dan berharap agar melalui IKL Kota Sorong para pengurus dan anggota ambil bagian dalam agenda kegiatan Pemerintah Kota Sorong di level terkecil. Saya pikir hanya dengan begini, kami semua di IKL Kota Sorong juga ambil bagian dalam kemajuan kota,” ujar Etty Wukak.

Sejak tinggal di Sorong tahun 1992 Etty Wukak dikenal sebagai aktivis sosial kemasyarakatan asal NTT. Selain itu, ia juga bekerja serabutan melalui usaha percetakan.

“Belakangan saya juga bergabung dan aktif di Ikatan Keluarga Flobamora Kota Sorong di bawah kepemimpinan Ketua Umum IKF Kota Sorong Bapak Martinus Lende Mere dan Persatuan Perempuan Flobamora (PPF) Kota Sorong bersama Ibu Lende Mere. Pengalaman aktif sebagai pengurus IKF Kota Sorong menjadi bekal berharga dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan positif di kota ini,” ujar Etty Wukak.

Saat NTT dilanda badai Seroja April 2021, Etty juga mendapat tugas IKF Kota Sorong mengantar bantuan dari Sorong menuju Kupang, Timor. Etty juga pernah mendapat tugas IKF Kota Sorong mengantar bantuan untuk warga terdampak erupsi gunung Ile Lewotolok, Lembata.

“Setiap mendapat tugas saya selalu kerjakan dengan hati. Hanya dengan begitu, kita menjadi berarti bagi sesama di mana saja kita tinggal. Ini hal prinsip yang selalu saya pegang dalam keseharian saya di Kota Sorong selama ini,” kata Etty Wukak, , lulusan SMA PGRI Swasthika Lewoleba, Lembata. (*)