Kisah Tragis di Kabupaten Sorong, Seorang Wanita Dibunuh Saat Hendak Mengikuti Ibadah Minggu

Gereja Katolik Paroki Santo Bernardus Aimas, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Sumber foto: ketik.com

SORONG, ODIYAIWUU.com — Seorang wanita yang belum diketahui identitasnya tewas ditikam orang tidak dikenal (OTK) di kawasan Gereja Katolik Paroki Santo Bernardus Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Polisi kini memburu pelaku penikaman.

“Seorang perempuan diduga menjadi korban penikaman yang terjadi di kawasan Gereja Katolik Paroki Santo Bernardus,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Polres) Sorong Iptu Erikson Sitorus kepada awak media di Sorong, kota Provinsi Papua Barat Daya, Minggu (18/1).

Peristiwa itu terjadi di Jalan Sawi, Kelurahan Malawele, Distrik Aimas, kawasan Pasar Sore, Minggu (18/1) sekitar pukul 09.00 WIT. Polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan.

“Kejadian itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIT, tepatnya di depan Gereja Katolik Santo Bernardus yang berada di Jalan Sawi, Kelurahan Malawele,” kata Erikson lebih lanjut.

Erikson menambahkan, korban meninggal di tempat kejadian perkara (TKP). Pihak kepolisian belum mengetahui identitas korban dan pelaku. “Belum diketahui secara pasti kronologi lengkap kejadian maupun identitas korban dan pelaku,” katanya.

Menurut Erikson, pihaknya telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Jenazah korban dievakuasi ke rumah sakit. “Kita belum bisa menjelaskan terlalu jauh karena masih dalami,” ujar Erikson.

Insiden tragi situ membuat warga Jalan Sawi, Kelurahan Malawele, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, geger setelah mengetahui mayat korban tergeletak bersimbah darah di depan gerbang Gereja Katolik Paroki Santo Bernardus, Aimas.

Korban yang diketahui berinisial CS ditemukan tidak bernyawa dengan luka tusukan di sekujur tubuhnya. Peristiwa tragis ini, mengutip ketik.com, Minggu (18/1) terjadi saat korban diduga hendak mengikuti ibadah pagi bersama anaknya di Gereja Katolik Santo Bernardus Aimas.

Berdasarkan keterangan saksi, korban tiba di depan gereja menggunakan mobil Maxim sekitar pukul 08.55 WIT. Korban sempat meminta sopir menunggu karena melihat mantan suaminya berada di sekitar lokasi menggunakan mobil Hilux hitam. Namun, korban akhirnya turun dari kendaraan pada pukul 09.08 WIT.

Tak lama setelah turun, pelaku yang diduga merupakan mantan suami korban langsung menikam. Setelah korban rubuh bersimbah darah, pelaku langsung tancap gas melarikan diri menggunakan mobil Hilux hitam tanpa nomor polisi.

Korban sempat berteriak meminta pertolongan sambil menggendong anaknya dan berusaha masuk ke area gereja, namun terjatuh di depan gerbang dan meninggal dunia.

Setelah menerima laporan, aparat kepolisian tiba di lokasi sekitar pukul 09.15 WIT untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memasang garis polisi (police line).

Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap motif serta memburu pelaku. (*)