DEKAI, ODIYAIWUU.com — Gereja Jemaat Reformasi Papua (GJRP) Wilayah UKAM selama tiga hari, Rabu-Jumat (8-10/10) menggelar Sidang Sinode Wilayah UKAM (Una, Kobkaka, Arimtab, Momuna) ke-VIII GJRP Tahun 2025 di Dekai, kota Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.
Kegiatan Sidang Sinode Wilayah UKAM ke-VIII bertema Kristus Membangun Gereja yang Hidup dan Kudus Milik Allah (Kisah Para Rasul 15:17) dengan sub tema Melalui Pelaksanaan Sidang Sinode Wilayah UKAM Dapat Membangun dan Memperokokoh Pelayanan Gereja.
Kegiatan sinode dihadiri Ketua Moderamen Sidang Sinode AM GJRP Pendeta Tera Kepno, S.Th, M.Th, Ketua Sidang Sinode Wilayah UKAM Pendeta Yulius Bitibalyo, S.Th, Bupati Kabupaten Yahukimo Didimus Yahuli, SH, MH, Sekda Yahukimo, Komandan Kodim, Kapolres, dan tamu undangan.
Bupati Yahukimo Didimus Yahuli dalam sambutannya saat membuka Sidang Sinode Wilayah UKAM ke-VIII GJRP mengatakan, gereja adalah mitra pemerintah membangun Yahukimo yang diberkati Tuhan.
Bupati Didimus juga menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sidang sinode sebagai momentum penting bagi gereja untuk memperkuat pelayanan dan kesaksian iman di tengah masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Yahukimo, saya menyampaikan selamat dan sukses atas pelaksanaan Sidang Sinode Wilayah ke-VIII tahun 2025,” ujar Bupati Didimus melalui keterangan tertulis yang diperoleh dari Dekai, kota Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (9/10).
Menurutnya, sidang sinode kali ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi wadah untuk memperbarui visi dan komitmen rohani serta memperkuat kerja sama gereja dengan pemerintah dalam membangun masyarakat Yahukimo yang damai, maju, dan diberkati Tuhan.
“Kehadiran gereja sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah, tidak hanya secara fisik tetapi dalam pembinaan mental dan spiritual masyarakat. Kami sadar bahwa pembangunan jasmani tidak akan sempurna tanpa pembangunan rohani. Di sinilah gereja hadir sebagai tiang moral dan cahaya pengharapan bagi masyarakat,” kata Didimus.
Bupati juga menitip pesan agar seluruh peserta sidang mengikuti setiap agenda dengan semangat pelayanan, penuh kasih, dan dipimpin oleh Roh Kudus. “Kiranya setiap keputusan yang dihasilkan membawa damai, memperkuat persatuan, dan menjadi berkat bagi seluruh jemaat di wilayah UKAM,” ujar Didimus.
Didimus juga menegaskan kembali komitmen pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan gereja dalam membangun Yahukimo yang damai dan sejahtera. Sebagai wujud dukungan, Didimus menyerahkan Rp 400 juta kepada panitia guna menyukseskan sidang sinode.
Sementara itu, Ketua Moderamen Sidang Sinode AM GJRP Pendeta Tera Kepno dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Yahukimo atas perhatian dan dukungan yang konsisten terhadap kegiatan-kegiatan gerejawi.
“Kami mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Bapak Bupati dan seluruh jajaran pemerintah daerah yang terus membuka ruang dan memberi dukungan bagi gereja. Kami percaya bahwa kemitraan antara gereja dan pemerintah adalah kehendak Tuhan untuk membangun manusia seutuhnya,” ujar Pendeta Kepno.
Menurutnya, sidang sinode bukan sekadar forum administratif tetapi kesempatan untuk mendengarkan suara Tuhan dan memperbaharui arah pelayanan gereja di tengah perubahan zaman.
“Gereja GJRP di Wilayah UKAM diharapkan semakin kokoh dalam iman, semakin melayani dengan kasih, dan terus menjadi rekan pemerintah dalam membangun masyarakat yang berkeadilan dan sejahtera,” kata Pendeta Kepno.
Sementara itu, Ketua Sidang Sinode Wilayah UKAM Pendeta Yulius Bitibalyo menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah, Forkopimda, dan seluruh umat yang telah memungkinkan terselenggaranya sidang dengan baik.
“Kami sangat bersyukur atas kehadiran dan sambutan hangat dari Bapak Bupati. Dukungan ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah sungguh peduli terhadap kehidupan rohani masyarakat,” ujar Pendeta Yulius.
Ia juga menegaskan komitmen GJRP Wilayah UKAM untuk terus menjadi mitra positif pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.
“Kami akan terus berjalan bersama pemerintah dalam pelayanan dan pembangunan. Gereja harus menjadi garam dan terang, menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat Yahukimo,” katanya.
Sidang Sinode Wilayah UKAM ke-VIII akan membahas berbagai laporan pelayanan, evaluasi program, dan arah strategis gereja ke depan. Kegiatan ini diharapkan menghasilkan keputusan yang membawa berkat bagi gereja, masyarakat Yahukimo dan tanah Papua secara keseluruhan. (*)










