Bupati Mimika John Rettob Sampaikan Belasungkawa Berpulangnya Kepala SMA Sentra Pendidikan Timika

Bupati Kabupaten Mimika Johannes Rettob, S.Sos, MM. Foto: Istimewa

TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Bupati Kabupaten Mimika Johannes Rettob, S.Sos, MM menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Kepala SMA Negeri Sentra Pendidikan 5 Timika Yohanes Napan Labaona, S.Pd di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika, Provinsi Papua Tengah, Senin (8/9).

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika dan masyarakat, kami menyampaikan turut berduka berpulangnya Kepala SMA Sentra Pendidikan, Pak Yohanes Napan. Kami juga berterima kasih atas jasa, karya serta pengorbanan Almarhum semasa hidup dan mengabdi di sekolah ini bagi generasi muda,” ujar Bupati John Rettob saat dihubungi di Timika, kota Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (8/9).

Menurut John Rettob, pihaknya juga menyampaikan apresiasi atas pengorbanan Almarhum Yohanes Napan yang setia dan bekerja keras bersama para guru dan staf mengajar, mendidik, dan membina anak-anak muda putra-putri asli Papua sebagai calon generasi penerus masa depan daerah, bangsa, dan negara. 

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika dan masyarakat atas dedikasi dan semangat Almarhum bersama para guru dan staf yang memberikan pendidikan dan pelayanan yang baik. Pelayanan di bidang pendidikan ini terutama bagi anak-anak suku Amungme dan Kamoro beserta tujuh suku besar di Mimika yang bersekolah di SMA Sentra Pendidikan,” ujar John, cucu dan putra guru perintis pendidikan serta agama di tanah Papua.

John menambahkan, ia mengenal baik mendiang Yohanes Napan sebagai sosok guru yang penuh dedikasi dalam tugas dan pengabdian di bidang pendidikan bagi generasi muda, khususnya anak-anak asli suku Amungme dan Kamoro serta tujuh suku besar lainnya di tanah Amungsa bumi Kamoro.

“Selama Almarhum mengabdi jadi guru hingga kepala sekolah, banyak harapan Pemerintah Kabupaten Mimika tercapai di sekolah itu. Banyak informasi kemajuan dunia pendidikan, khususnya kemajuan para siswa dan siswi di sana saya dapatkan dari beliau. Kini, Bapak Yohanes Napan sudah memenuhi panggilan Tuhan, pemilik kehidupan,” kata John.

John juga menyampaikan terima kasih kepada istri Almarhum, Rufina Hungan dan anak-anak yang telah memberikan dukungan kepada Yohanes Napan selama menunaikan tugas dan kewajiban mengabdi di sekolah itu.

“Sekali lagi, atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika dan masyarakat kami ucapkan turut berduka mendalam atas berpulangnya Bapak Yohanes Napan . Kami juga berdoa, semoga Almarhum diterima dalam kerajaan Allah Bapa di Surga. Semoga keluarga diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi peristiwa iman ini,” ujar John Rettob.

Media ini sebelumnya memberitakan, dunia pendidikan Provinsi Papua Tengah, teristimewa Kabupaten Mimika berselubung duka. Kepala SMA Sentra Pendidikan Timika Yohanes Napan Labaona, S.Pd, Senin (8/9) pukul 06.00 WIT meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika.

Rasa duka mendalam dialami istrinya, Rufina Hungan serta anak-anaknya, Elen Labaona, Novi Labaona, dan Paul Labaona serta keluarga besar dan kerabat. Duka juga dirasakan para guru, murid, staf, dan orangtua SMA Sentra karena kehilangan sosok kepala sekolah yang total mendedikasikan tenaga dan pikirannya di lembaga pendidikan khusus bagi anak-anak asli suku Amungme dan Kamoro serta suku-suku kekerabatan di Papua Tengah dan tanah Papua.

“Kami sangat kehilangan Bapa Yan Napan Labaona, orangtua dan sesepuh kami dari kampung halaman. Hari (Senin, 8/9) beliau menghembuskan nafas terakhir. Istri dan anak-anak serta kami semua merasa kehilangan. Tuhan punya rencana indah untuk Almarhum,” ujar Yohanes Ena (Yoman) de Ona saat dihubungi di RSUD Mimika, Papua Tengah, Senin (8/9).

Sementara itu, Rufina Hungan, istri Almarhum Yohanes Napan Labaona mengatakan, suaminya sempat dirawat di Rumah Sakit Charitas lalu sehat dan kembali ke rumahnya. Yohanes kemudian sakit lalu dirawat lagi di RSUD Mimika beberapa pekan sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

“Selamat malam, Puji Tuhan. Bapa sudah ada perubahan sudah keluar dari ruang ICU ke bangsal RSUD Mimika. Doakan agar bapa lekas sembuh,” ujar Rufina Hungan dari Timika, Papua Tengah, Jumat (5/9). 

Yohanes Napan Labaona lahir 16 April 1967 di Desa Atawai, Kecamatan Nagawutun, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Ia masuk SDK Atawai, Nagawutun hingga tamat tahun 1980. 

Kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Lamaholot Boto, (kini SMPN 2 Nagawutun) Lembata dan tamat tahun 1990 dan tamat SMA PGRI Swasthika Lewoleba, Lembata tahun 1996. Yohanes juga menyelesaikan kuliah di FKIP Universitas Flores (Unflor), Ende, Pulau Flores. (*)