DAERAH  

Bahabol Tepis Informasi yang Menyebut Jabatan Ketua Kadin Papua Pegunungan Berpindah ke Mari Mirin

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Papua Pegunungan Andru Bahabol. Foto: Istimewa

WAMENA, ODIYAIWUU.com — Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Papua Pegunungan Andru Bahabol menepis informasi yang menyebar di media sosial dan grup WhatsApp (WA) yang menyebut jabatan Kadin Papua Pegunungan sudah berpindah tangan ke pihak lain.

Bahabol melalui video singkat yang beredar yang ditujukan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan para pengurus Kadin Provinsi dan Kabupaten di Papua Pegunungan mengklarifikasi informasi belakangan yang merebak di jagat maya.

“Ada beberapa orang berangkat ke Jakarta dan menyatakan dirinya sebagai Ketua Kadin (Papua Pegunungan) dan SK (Surat Keputusan) Ketua Kadin (Papua Pegunungan) telah dipindahtangankan ke saudara Mari Mirin,” ujar Andru Bahabol melalui tayangan video singkat yang diperoleh di Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Minggu (19/7).

Menurut Bahabol, informasi terjadi perubahan posisi tersebut membuat polemik yang memanas di Papua Pegunungan bahkan sampai di WA grup. Ia menjelaskan, pada 25 Oktober 2025 ia secara resmi disahkan Kadin Indonesia pasca Musyawarah Kadin Provinsi Papua sebagai ketua.

“Keputusan (pengesahan dirinya sebagai Ketua Kadin Provinsi Papua Pegunungan) ini sudah final. Tetapi belakangan ada informasi yang berkembang hingga tanggal 17 Juli, ada beberapa orang. Mohon maaf, saya sebut namanya, saudara Mari Mirin, ibu Melisa (Melisa Ivan Tabo) dan rombongan berangkat ke Jakarta untuk mengubah SK (ketua),” katanya.

Rombongan tersebut, lanjut Bahabol, juga membawa satu rekomendasi yang diberikan Gubernur Dr John Tabo, SE, MBA, untuk menggantikan dirinya sebagai Ketua Kadin Papua Pegunungan. Setelah rombongan tiba di Jakarta, mencuat informasi bahwa Kadin Papua Pegunungan sudah dipindahtangankan ke Mari Mirin.

“Informasi ini meluas dan memanas di media massa karena itu saya memberikan sedikit klarifikasi bahwa informasi itu hoaks. Karena saudara Mari Mirin, ibu Melisa, dan teman-teman berangka ke Jakarta itu membawa rekomendasi Bapak Gubernur untuk koordinasi. Apakah bisa melaksanakan Musprov (Kadin Papua Pegunungan) atau tidak. Sebatas itu (koordinasi). Bukan untuk menggantikan posisi Ketua Kadin Provinsi (Papua Pegunungan),” kata Bahabol.

Bahabol menambahkan, pihaknya sudah menghubungi Wakil Ketua Umum Koordinator Wilayah Papua Kadin Indonesia Syahrir Hasan Latif dan Syahrir menyatakan dirinya tidak tahu perihal pergantian Ketua Kadin Papua Pegunungan atau melaksanakan Musprov ulang.

“Saya juga sudah koordinasi langsung ke (Kadin) Jakarta dan mengkonfirmasi bahwa benar rombongan datang sebagai tamu dan diterima, termasuk menyerahkan rekomendasi Bapak Gubernur sehingga foto-foto saat itu beredar jauh (luas) ke media,” katanya.

Foto-foto yang beredar tersebut, kata Bahabol, banyak pihak mengatakan Ketua Kadin Provinsi Papua Pegunungan sudah diganti, diambil alih. Karena itu, ia menyampaikan bahwa Ketua Kadin Papua Pegunungan tidak diambil alih.

“Saya sendiri disahkan pada tanggal 25 Oktober 2025, sudah sah, resmi dan sudah final. Karena itu saya menyampaikan banyak terima kasih kepada Kadin Indonesia yang menjaga marwah Kadin sampai hari ini. Dengan demikian wadah bisnis ini terjaga baik dan rapi, tidak masuk politik dan permainan kotor yang lain sehingga posisi kami sebagai Ketua Kadin (Papua Pegunungan masih aman” ujar Bahabol.

Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada Kadin Indonesia dan Korwil Papua Raya Syahril yang terus membantu dirinya. Karena itu, berharap para pengurus tetap kompak sehingga Kadin Papua Pegunungan dapat dimajukan secara bersama.

“Saya juga menyampaikan kepada teman-teman yang berangkat ke Jakarta tidak masalah karena Kadin itu rumah bersama. Siapa saja boleh masuk di Kadin Indonesia tetapi urusan untuk pergantian atau Musprov ulang, lebih baik mulai hari ini stop karena itu pembodohan kepada masyarakat. Dan itu orang melihat kita sebagai tim Jones,” kata Bahabol. (*)