DAERAH  

Asisten II Setda Dr Imanuel Gurik Ajak ASN dan Masyarakat Sukseskan Festival Etnik Religi Tolikara

Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tolikara Dr Imanuel Gurik, SE, M.Ec.Dev saat memimpin apel bendera yang dihadiri para ASN, pegawai P3K, dan honorer di lingkup Pemerintah Kabupaten Tolikara di halaman Kantor Bupati, Jalan Konda I, Distrik Karubaga, Papua Pegunungan, Rabu (22/7). Foto: Istimewa

KARUBAGA, ODIYAIWUU.com — Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tolikara Dr Imanuel Gurik, SE, M.Ec.Dev, Rabu (22/7) memimpin apel bendera yang dihadiri para aparatur sipil negara (ASN), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K), dan honorer di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara di halaman Kantor Bupati di Jalan Konda I, Distrik Karubaga, Provinsi Papua Pegunungan.

Imanuel dalam arahannya mengajak ASN, para pegawai P3K, honorer, dan Masyarakat untuk menyukseskan Festival Etnik Religi (FER) Tolikara 2026 yang akan dilaksanakan di Karubaga pada Rabu-Kamis (12-13/8).

“Melalui kesempatan ini saya mengajak seluruh ASN dan para pegawai serta masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan dan memeriahkan Festival Etnik Religi Tolikara yang akan dilaksanakan pada 12–13 Agustus 2026 mendatang,” ujar Imanuel Gurik di Karubaga, kota Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Rabu (22/7).

Menurut Imanuel, doktor muda lulusan Universitas Cenderawasih, Jayapura, Festival Etnik Religi Tolikara 2026 merupakan bagian dari rangkaian festival budaya di tanah Papua.

Festival budaya di tanah Papua dimaksud yaitu Festival Danau Sentani (FDS) yang akan berlangsung mulai Selasa-Kamis (3–6/8) di Sentani, Jayapura, Papua dan Festival Lembah Baliem (FLB) yang akan dilaksanakan pada Jumat-Minggu (7–9/8) di Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan. Kemudian, dilanjutkan dengan Festival Ukiran Asmat di Kabupaten Asmat, Papua Selatan.

“Festival Etnik Religi Tolikara merupakan identitas khas Kabupaten Tolikara dan tidak dimiliki oleh daerah lain. Festival ini adalah inovasi yang dihadirkan oleh Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati Tolikara sebagai agenda unggulan daerah yang diharapkan menjadi kalender pariwisata dan budaya Papua,” kata Imanuel.

Imanuel menambahkan, Pemkab Tolikara mengharapkan seluruh ASN dan pegawai di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) wajib mengambil bagian atau berpartisipasi aktif sebagai peserta festival dengan menampilkan hiasan, atribut, pakaian adat, serta kekayaan budaya dari Tolikara maupun daerah asal masing-masing.

“Festival Etnik Religi Tolikara ini menjadi ruang bagi seluruh suku untuk menampilkan seni, budaya, dan tradisi sebagai wujud persatuan dalam keberagaman,” ujar Imanuel, tokoh muda tanah Papua sekaligus kolumnis dan penulis buku Papua dan Tanggung Jawab Negara.

Imanuel juga menegaskan agar seluruh pimpinan OPD wajib berada di Tolikara selama persiapan dan pelaksanaan kegiatan. Apabila terdapat tugas kedinasan di luar daerah yang tidak dapat ditunda, dapat diwakilkan oleh sekretaris atau kepala bidang agar pelayanan pemerintahan tetap berjalan dengan baik.

Selain itu, Imanuel juga mengingatkan perihal percepatan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Ia meminta seluruh OPD mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan sesuai perencanaan.

“Penyerapan APBD Tahun Anggaran 2026 menjadi perhatian bersama dengan target realisasi anggaran yang optimal hingga 100 persen sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Imanuel, magister perencanaan lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Imanuel juga mengatakan, mulai November 2026 Pemkab Tolikara akan menerapkan sistem absensi digital elektronik menggunakan telepon genggam (handphone) yang terintegrasi dengan aplikasi keuangan daerah.

Sistem ini diakuinya akan menjadi dasar dalam pembayaran tambahan penghasilan pegawai (TPP), insentif, dan uang lauk pauk bagi seluruh ASN. Mulai dari pejabat eselon IIa/IIb, eselon III, eselon IV hingga seluruh staf.

“Dengan penerapan sistem tersebut setiap ASN diharapkan meningkatkan disiplin kehadiran dan kinerja karena seluruh proses akan dilakukan secara elektronik, objektif, transparan, dan akuntabel,” ujar Imanuel. (*)