JAYAPURA, ODIYAIWUU.com — Konferensi APS Ke-III yang diselenggarakan di Kota Jayapura telah berlangsung dengan sukses dan menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi serta komitmen bersama untuk mendorong pembangunan Papua yang berkelanjutan.
Kegiatan ini mengangkat tema besar Inovasi Pembangunan Papua Berbasis Etnosains, sebuah tema yang menegaskan pentingnya menggabungkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kearifan lokal masyarakat Papua dalam merancang serta melaksanakan pembangunan di berbagai sektor.
Konferensi ini dihadiri oleh berbagai unsur strategis yang memiliki perhatian dan kepedulian terhadap masa depan Papua. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-tanah Papua, akademisi, peneliti, tokoh adat, tokoh agama, dan organisasi kepemudaan.
Selain itu, pelaku usaha, lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi non-pemerintah (NGO) tingkat nasional maupun internasional, serta berbagai mitra pembangunan lainnya.
Kehadiran para peserta dari berbagai latar belakang tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Papua membutuhkan kerja sama, kolaborasi, dan sinergi dari semua pihak.
Selama pelaksanaan konferensi, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang meliputi seminar, diskusi panel, presentasi ilmiah, dialog publik, dan forum talk show yang menghadirkan narasumber berpengalaman dari berbagai bidang.
Setiap sesi berlangsung secara dinamis dan produktif dengan fokus utama pada upaya mencari solusi atas berbagai tantangan pembangunan yang masih dihadapi masyarakat Papua.
Forum ini juga menjadi ruang terbuka bagi seluruh peserta untuk menyampaikan gagasan, pengalaman, dan rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan dalam mendukung pembangunan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Salah satu poin penting yang menjadi perhatian dalam konferensi ini adalah penguatan konsep pembangunan berbasis etnosains. Etnosains dipahami sebagai pendekatan pembangunan yang menghargai, memanfaatkan, dan mengembangkan pengetahuan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat adat Papua.
Pendekatan ini diyakini mampu menghasilkan kebijakan dan program pembangunan yang lebih sesuai dengan kondisi sosial, budaya, lingkungan, dan kebutuhan masyarakat setempat.
Oleh karena itu, para peserta konferensi menekankan pentingnya menjadikan etnosains sebagai salah satu fondasi utama dalam perencanaan pembangunan di tanah Papua.
Rekomendasi Strategis
Dalam berbagai forum diskusi dan talk show, peserta berhasil merumuskan sejumlah rekomendasi strategis. Pertama, perlunya memperkuat kapasitas sumber daya manusia Papua melalui pendidikan yang berkualitas, pelatihan keterampilan, serta pengembangan inovasi yang berbasis pada potensi lokal.
Kedua, pentingnya mendorong penelitian dan pengembangan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern dengan pengetahuan tradisional masyarakat Papua. Ketiga, perlunya memperkuat peran generasi muda dalam menciptakan inovasi pembangunan yang berorientasi pada kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, konferensi juga menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Papua memiliki kekayaan alam yang sangat besar, namun pemanfaatannya harus dilakukan secara bijaksana dan bertanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi saat ini maupun generasi mendatang.
Oleh karena itu, para peserta mendorong lahirnya kebijakan pembangunan yang memperhatikan aspek lingkungan, perlindungan hak-hak masyarakat adat, serta keberlanjutan ekosistem yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Papua.
Forum APS juga menegaskan pentingnya memperkuat kemitraan antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, dan lembaga internasional dalam mendukung percepatan pembangunan di Papua.
Kolaborasi yang kuat diyakini akan menghasilkan program-program pembangunan yang lebih terarah, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Dalam konteks ini, APS berkomitmen untuk terus menjadi wadah dialog, komunikasi, dan pertukaran gagasan yang konstruktif bagi seluruh pemangku kepentingan.
Keberhasilan penyelenggaraan Konferensi APS Ke-III tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang hadir, tetapi juga dari kualitas rekomendasi dan komitmen bersama yang dihasilkan selama kegiatan berlangsung.
Seluruh hasil diskusi dan rumusan konferensi akan menjadi bahan masukan yang berharga bagi pemerintah dan berbagai pihak dalam menyusun kebijakan serta program pembangunan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat Papua.
Pada sesi penutupan konferensi, forum secara resmi melakukan evaluasi terhadap seluruh rangkaian kegiatan serta membahas agenda keberlanjutan organisasi APS di masa mendatang.
Dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat persatuan, para peserta menyepakati bahwa upaya mengawal pembangunan Papua harus terus dilanjutkan melalui forum-forum ilmiah, dialog kebijakan, dan kerja sama lintas sektor yang berkelanjutan.
Sebagai hasil keputusan resmi pada sidang penutupan Konferensi APS Ke-III, forum memberikan mandat dan kepercayaan kepada APS Papua Pegunungan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi APS berikutnya di Wamena, Lembah Agung Papua Pegunungan.
Keputusan ini disambut dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab oleh seluruh pengurus APS Papua Pegunungan. Penunjukan tersebut merupakan bentuk kepercayaan sekaligus pengakuan atas komitmen APS Papua Pegunungan dalam mendukung pengembangan gagasan dan inovasi pembangunan di Tanah Papua.
Dengan diberikan mandat tersebut, APS Papua Pegunungan berkomitmen untuk mempersiapkan konferensi mendatang secara lebih baik, inklusif, dan berkualitas. Wamena sebagai pusat aktivitas masyarakat di Papua Pegunungan diharapkan dapat menjadi ruang pertemuan yang strategis bagi seluruh pemangku kepentingan untuk melanjutkan pembahasan mengenai pembangunan Papua berbasis etnosains, inovasi daerah, penguatan sumber daya manusia, dan pembangunan yang berkeadilan.
Konferensi APS Ke-III di Jayapura telah menjadi tonggak penting dalam perjalanan APS sebagai wadah pemikiran strategis bagi pembangunan Papua. Semangat kolaborasi yang terbangun selama konferensi menjadi modal besar untuk terus mendorong perubahan positif bagi masyarakat Papua.
Melalui kerja sama yang kuat, inovasi yang berkelanjutan, dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya lokal, diharapkan Papua akan semakin maju, mandiri, sejahtera, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Torang Hebat, Papua Maju. APS Bersatu Mengawal Pembangunan Papua Berbasis Etnosains. (Sonni Lokobal SIP, M.Si, Ketua Analisis Papua Strategis APS Provinsi Papua Pegunungan)










