Festival Pekan Jajan Wamena Berlangsung Ramai, Ajang Memacu Denyut Ekonomi Masyarakat

Suasana Festival Pekan Jajanan Wamena yang berlangsung di halaman Gedung Sekolah Minggu Gereja Kristen Indonesia (GKI) Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Jumat (30/10). Foto: Istimewa

WAMENA, ODIYAIWUU.com — Festival Pekan Jajanan Wamena resmi mulai digelar di halaman Gedung Sekolah Minggu Gereja Kristen Indonesia (GKI) Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Jumat (30/10).

Festival tersebut menjadi ajang untuk menghidupkan geliat ekonomi kreatif masyarakat setempat serta memberi wadah promosi bagi para pelaku usaha mikro, kecil menengah (UMKM) dan ruang penyaluran bakat generasi muda Papua Pegunungan.

Festival berlangsung ramai dikepung udara dingin Lembah Baliem memanjakan dan para peserta larut dalam kemerihan di halaman gedung Sekolah Minggu GKI Wamena. Aroma masakan dari puluhan tenda berpadu dengan riuh rendah gelak tawa pengunjung dan pemuda yang memadati area festival.

Koordinator UMKM Fatmawati mengungkapkan, Festival Pekan Jajanan Wamena dirancang untuk menjawab keluhan pelaku usaha terkait minimnya tempat promosi dan ruang jualan.

“Kami melihat anak-anak Wamena memiliki potensi dan bakat yang luar biasa, namun belum ada wadah yang cukup untuk menyalurkan. Begitu pula dengan UMKM rumahan yang banyak di antaranya belum memiliki branding produk,” ujar Fatmawati.

Fatmawati mengatakan, sebanyak 31 UMKM diboyong ke ajang ini agar para pelaku usaha memahami pentingnya penguatan branding untuk meningkatkan nilai jual produk mereka.

Sementara Koordinator Acara Tasia Siregar menambahkan, festival ini tidak hanya berpusat pada sektor kuliner. Pihaknya telah menyiapkan rangkaian kompetisi mulai dari kompetisi gim PES, fashion show, lomba mewarnai hingga pertunjukan tari tradisional seperti Tari Yospan.

“Ada puluhan peserta ambil bagian dalam berbagai kategori lomba yang disiapkan panitia, Tujuan utamanya adalah meramaikan stan UMKM, menarik perhatian pengunjung, sekaligus menjaring bakat-bakat baru di Wamena,” kata Tasia.

Sementara itu Koordinator WTMF Ice Patiung mengatakan, pihaknya hadir untuk memberikan panggung berkualitas bagi seniman lokal maupun musisi luar daerah dalam memeriahkan festival jajan ini.

“Melalui Festival ini, WTMF mendatangkan musisi asal Jayapura, Ki Baman Sawan, yang akan berkolaborasi dengan musisi setempat seperti Kumbi 77 dan Yupal 7,” ujar Ice Patiung.

Ice Patiung berharap momentum ini mampu menjadi lokomotif baru bagi pertumbuhan ekonomi dan wadah pengembangan bakat generasi muda di Papua Pegunungan. (*)