Gantikan Sadewa, Total Harta Menteri Keuangan yang Baru Suahasil Senilai Rp 138 Miliar

Menteri Keuangan Republik Indonesia Suahasil Nazara. Sumber foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

JAKARTA, ODIYAIWUU.com — Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto, Senin (14/9) resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara, Jakarta.

“Demi Tuhan saya berjanji bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya,” ujar Prabowo diikuti Suahasil.

Berdasarkan data situs e-LHKPN, Senin (14/9/2026), Suahasil melaporkan Laporam Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 27 Februari 2026.

LHKPN itu berisi harta Suahasil pada 2025. Suahasil tercatat memiliki delapan bidang tanah dan bangunan di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Depok dengan total nilai Rp 49,8 miliar.

Selain itu, Suahasil juga punya empat unit mobil dengan total nilai mencapai Rp 1,2 miliar. Kemudian, harta bergerak lainnya senilai Rp 9 miliar, surat berharga Rp 66,8 miliar, kas dan setara kas Rp 6 miliar, harta lainnya Rp 5,1 miliar.

Suahasil punya utang Rp 33,9 juta sehingga total harta kekayaannya Rp 138.167.334.176. LHKPN itu disetorkan Suahasil saat masih menjabat Wamenkeu. Ia tercatat rutin melaporkan LHKPN sejak menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal di Kemenkeu pada 2016.

Suahasil Nazara lahir 23 November 1970 di Jakarta. Perjalanan karier Suahasil dimulai sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sejak 1999, hingga kemudian meraih gelar Guru Besar di bidang Ilmu Ekonomi pada tahun 2009.

Di lingkungan akademik, ia pernah menjabat sebagai Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi (2004-2005), Kepala Lembaga Demografi (2005-2008), serta Ketua Departemen Ilmu Ekonomi (2009-2013).

Keterlibatannya dalam kebijakan publik semakin luas melalui perannya sebagai anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal (2009-2011), Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah (2009-2015), Koordinator Pokja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (2010-2015), serta Anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional (2013-2014).

Suahasil Nazara lahir 23 November 1970 di Jakarta. Ia masuk Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) hingga meraih gelar Sarjana Ekonomi (SE) tahun 1994.

Suahasil Nazara merupakan lulusan S1 Ekonomi Universitas Indonesia (UI) pada 1994. Mulai 1999 ia tercatat sebagai dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI. Setelah itu, ia memperoleh gelar S2 dari Cornell University, Amerika Serikat (AS) pada 1997.

Suahasil kemudian melanjutkan pendidikan doktoral di University of Illinois at Urbana-Champaign hingga lulus 2003. Ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi UI tahun 2009.

Selama mengabdi lingkungan akademik, ia pernah didapuk menduduki sejumlah posisi seperti Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi tahun 2004–2005, Kepala Lembaga Demografi tahun 2005–2008 serta Ketua Departemen Ilmu Ekonomi periode 2009–2013.

Di luar dunia akademik, Suahasil tercatat pernah menjabat anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal periode 2009–2011. Pada periode yang sama, ia juga dipercaya menjadi Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah hingga 2015.

Suahasil Nazara juga pernah menjabat sebagai Koordinator Kelompok Kerja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) periode 2010–2015. Ia juga menjadi anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional (2013–2014).

Karier Suahasil yang gemilang ia kemudian ditetapkan sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan pada 31 Oktober 2016. Pada 25 Oktober 2019, Suahasil dipercaya menjadi Wakil Menteri Keuangan era pemeritahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Era Presiden Prabowo Subianto, Suahasil kembali dipercaya sebagai Wamenkeu dalam Kabinet Merah Putih sebelum akhirnya dilantik Presiden Prabowo sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara, Senin (14/9). (*)