NABIRE, ODIYAIWUU.com — Kabar duka menyelimuti masyarakat khususnya dunia medis dan pelayanan kesehatan masyarakat di Provinsi Papua Tengah, terutama di Kabupaten Nabire. dr Aan Budi Santoso, Rabu (2/9) dikabarkan meninggal dunia.
dr Aan Budi Santoso tidak hanya dikenal sebagai sosok dokter yang mendedikasikan ilmu, tenaga, dan waktunya melayani masyarakat di bidang kesehatan bagi masyarakat Papua Tengah, terutama di Nabire.
Dokter kelahiran 29 Maret 1970 dan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK UWKS), Jawa Timur, juga dikenal sebagai dosen di sela-sela memberi kuliah kepada para mahasiswa yang tengah melanjutkan kuliah di Akademi Perawat (Akper) Nabire.
“Awalnya saya mengenal beliau saat kuliah di kampus Akper Nabire. Beliau mengajar kami mata kuliah Anatomi dan Fisiologi. Kami sungguh kehilangan sosok tenaga medis dan dosen berkharisma, pintar, pekerja keras, dan rendah hati. Semoga Almarhum bahagia di Surga,” ujar Kristin Waine, alumnus Akper Nabire di Nabire, Papua Tengah, Rabu (2/9).
Menurut Kristin, semasa mengajar mata kuliah asuhannya di Akper Nabire, dr Aan diakuinya bukan sekadar sosok dokter yang sangat memahami dunia kedokteran tetapi juga dosen andalan.
Saat menyajikan materi kuliah, lanjut Kristin, dr Aan mampu menerjemahkan atau menjelaskan istilah medis dalam bahasa yang sederhana dan mudah dipahami para mahasiswa.
“Para mahasiswa keperawatan saat itu cepat memahami sebuah penyakit, riwayat perjalanan dari fisik seseorang yang sehat sampai sebab akibat hingga terjadinya suatu penyakit, pato fisiologi,” kata Kristin.
Waktu yang digunakan selama menyajikan materi kuliah juga tidak membosankan karena dr Aan tidak menggunakan kata-kata sulit untuk menjelaskan istilah medis. Anatomi sebagai terminologi dunia medis dengan mudah dijelaskan dalam bahasa sederhana sehingga dipahami mahasiswa.
“Selama menunaikan tugas melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan ia bukan hanya mengambil tindakan medis sesuai penyakit pasien namun selalu mengedukasi dengan sabar. Masyarakat yang dilayani sungguh merasa dibantu agar sehat dan menunaikan aktivitas hariannya. Selamat jalan dosenku, dokter yang hebat. Tempatmu di Firdaus,” kata Kristin.
Aan Budi Susanto bukan sekadar dokter dan dosen. Ia juga penulis yang berkarakter yang dituangkan dalam jejaring jagat maya, terutama melalui akun Facebook miliknya: Aan Budi Susanto.
Melalui cuitannya di akun itu pada 5 Juli 2025 ia menulis refleksi dalam judul Mampu Berbuat Baik. Katanya dalam awal cuitan ia menulis: Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! (Filipi 4:5).
Seorang eks narapidana yang sempat dikenal sebagai spesialis pencuri sepeda motor, membuka usaha otomotif dengan mempekerjakan beberapa mantan narapidana. “Sekarang, saya ingin menebus kejahatan saya dgn berbuat baik,” katanya.
Hari ini Alkitab memberi dorongan semangat agar kita lebih tekun dan berkomitmen untuk berbuat baik. Namun, tentu saja kita tak bermaksud agar perbuatan baik kita menjadi ajang pamer atau menyombongkan diri, tetapi sebagai sarana untuk menyatakan cinta kasih Tuhan kepada dunia ini, melalui diri kita.
“Kawan, di tengah banyak ketidakbaikan, biarlah dunia menyadari bahwa masih ada orang-orang yang berbuat baik karena digerakkan oleh kasih Tuhan. Bukankah kita lebih baik berbuat baik drpd berbuat jahat? Ingat kawan, siapa pun kita pasti diberi kemampuan untuk berbuat baik, maka bertindaklah sesuai kemampuan itu. Selamat malam,” kata dr Aan. Selamat jalan menuju rumah Bapa di Surga. Damailah di sisi-Nya. (*)










