Ia tercatat sebagai Fransiskan pertama orang asli Papua. Masuk Sekolah Rakyat (SR) lalu melanjutkan pendidikan di Opleinding Dorps Oderwijschooll (Sekolah Guru Kampung) di Fakfak hingga selesai tahun 1963.
ELIGIUS Fenenteruma lahir 17 Agustus 1945 di desa kecil, Mabriema, Teluk Bintuni, Wilayah Keuskupan Manokwari-Sorong, Papua Barat. Seluruh masa kecil dihabiskan bersama keluarga asal di kampung tercinta.
Setelah menyelesaikan pendidikan SR, ia mengikuti pendidikan guru pada Opleinding Dorps Oderwijschooll (Sekolah Guru Kampung) di Fakfak, Papua Barat. Ia tamat dari lembaga tersebut tahun 1963.
Sebagai seorang guru muda yang energik, Eligius Fenenteruma direkrut oleh para Misionaris Fransiskan (Ordo Saudara Dina atau Ordo Fratrum Minorum/OFM) untuk menjadi tenaga pengajar. Pada tahun 1963, ia menjadi guru di Kampung Yegoukotu, Mapia, Dogiyai, Papua Tengah.
Di Dogiyai, ia terpanggil untuk menjadi seorang Fransiskan. Maksud dan tujuannya itu, ia sampaikan kepada Pater Huub Zwarjes, OFM, yang kala itu bertugas sebagai pastor di Timeepa.
Dari Timeepa, Eligius Fenenteruma pindah tugas di Argapura, Jayapura, Papua, sebagai calon Fransiskan. Selama di Argapura, ia tinggal bersama Pater Misael Kammerer, OFM di pastoran (Rumah Pastor) di tempat yang sama.
Selain sebagai calon Fransiskan, Eligius muda diberi tugas memberi pelajaran untuk para tukang bangunan Misi Katolik di Argapura bengkel. Di waktu yang sama, ia diberi kesempatan oleh persaudaraan Fransiskan untuk mengikuti Kursus Guru Bawah (KGB) dan selesai pada waktunya.
Setelah selesai dari KGB, ia berangkat ke Jawa untuk memulai masa pembinaan sebagai Fransiskan. Pada 4 September 1966 menerima jubah pertobatan Fransiskan di Kota Cicurug, Keuskupan Bogor, Jawa Barat, dan menjadi bruder tertiaris OFM dari tahun 1966 sampai dengan 1968.
Selama menjadi Bruder muda, ia bertugas di beberapa tempat karya milik Fransiskan di Jawa. Pada tahun 1968, Bruder Eligius Fenenteruma, OFM mengikuti kursus Akademi Kateketik Katolik Indonesia (AKKI), Jakarta dan mulai mengajar sebagai guru agama.
Setahun kemudian, tepatnya pada 8 Desember 1969, ia mengucapkan profesi pertama (kaul pertama) sebagi Fransiskan muda di Kota Yogyakarta. Tahun 1973, Bruder Eligius Fenenteruma, OFM mengucapkan profesi kekal (Kaul kekal) di Jayapura.
Tempat karya dari Bruder Bruder Eligius Fenenteruma, OFM, antara lain sebagai berikut. Tahun 1971-1974, ia bertugas di wilayah karya Fransiskan (OFM) di Jawa. Pada tahun 1974, ia kembali ke tanah Papua dan mulai bertugas di Pugima, Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Pada tahun, 1975, ia bertugas di Kampung Musatfak dan Wo’ogi, Jayawijaya. Pada tahun 1976, ia bertugas sebagai magister Postulan OFM di Kampung Elagaima, Jayawijaya. Ia bertugas sebagai magister hingga tahun 1979.
Pada tahun yang sama, Bruder Eligius Fenenteruma, OFM kembali bertugas di Kampung Musatfak dan Wo’ogi hingga April 1979. Dari tanah Papua, ia berangkat menuju Manggarai, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Di sana ia bertugas sebagai tenaga pengajar di Kampung Tentang, Manggarai, Flores, Dari Tentang, ia bertugas sebagai Magister OFM di Pagal, Manggarai. Ia bertugas di Manggarai, Flores dari tahun 1979 hingga selesai bertugas pada Mei 1981.
Pada, tahun 1981, ia kembali ke Tanah Papua dan bertugas sebagai Magister Postulan OFM di Deyai, Papua Tengah hingga selesai bertugas tahun 1986. Di samping tugas sebagai magister, Bruder Eligius Fenenteruma, OFM bertugas juga sebagai anggota dewan Pimpinan Persaudaraan Fransiskan OFM di tanah Papua.
Pada 1 Juli 1987, ia bertugas di Kampung Hepuba, Welesi, Okilik, dan Pelebaga. Kampung-kampung tersebut masuk dalam wilayah Misi Fransiskan di Lembah Balim, Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Dari wilayah Lembah Balim, ia pindah dan bertugas di Jayapura sebagai magister rumah pendidikan di Abepura dari tahun 1989. Pada,13 Juli 1993, ia pindah dan bertugas di Army Post Office (APO) Jayapura.
Di sana ia bertugas sebagai anggota regu pendidik untuk Hidup Fransiskan (Hifra), Postulan, Novisiat dan pastoral untuk orang pinggiran. Pada tahun 1995, ia menjadi wakil gardian di Biara Fransiskan di APO, Jayapura.
Setahun kemudian, ia menjadi gardian (Penjaga) biara Pusat Fransiskan di APO. Setelah sekian lama berkarya di sekitaran Kota Jayapura. Bruder Eligius Fenenteruma, OFM kembali lagi bertugas di Lambah Balim, Jayawijaya.
Tahun 2003 ia menjadi tim pendidik untuk para calon Fransiskan di Wamena Kota, Jayawijaya. Pada 2 Agustus 2005, ia kembali bertugas di Paroki Kimbim-Wo’ogi, Jayawijaya. Di Kimbim-Wo’ogilah, kondisi kesehatannya kian menurun.
Pada awal November, Bruder Eligius Fenenteruma, OFM untuk sementara tinggal di Biara Santo Fransiskus Asisi Wenewolok, Pikhe, Jayawijaya untuk mengurus kesehatannya dan juga sambil berobat. Namun kondisi kesehatannya, kian memburuk, ia harus beberap kali dirawat di RSUD Jayawiya.
Pada 29 November 2005 ia dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Dian Harapan di Waena, Jayapura. Namun, di sinilah tempat terakhir dari Bruder Eligius Fenenteruma, OFM. Dalam situasi yang tenang dan damai Bruder Eligius Fenenteruma, OFM dijemput oleh saudari maut badani (meninggal dunia) pada 18 Desember 2005.
Ia meninggal dunia dalam usia 60 tahun. Ia menjadi Fransiskan selama 37 tahun lamanya. Bruder Eligius Fenenteruma, OFM dikenal sebagai pribadi yang amat sederhana dan dijuluki sebagai Fransiskan sejati.
Ada begitu banyak kesaksian dari para saudara Fransiskan dan umat awam, tentang hidupnya. Bruder Eligius Fenenteruma, OFM adalah seorang Fransiskan pertama orang asli Papua. (Fr Engelberto Namsa, OFM. Dari berbagai sumber).










