KARUBAGA, ODIYAIWUU.com — Keteladanan, etos kerja, disiplin, kerja keras serta semangat solidaritas di kalangan aparatur sipil negara (ASN) sangat penting demi menjaga jalannya pemerintahan dan pelayanan publik sekaligus menjaga kedamaian daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tolikara Dr Yosua Noak Douw, S.Sos, M.Si, MA menegaskan hal tersebut saat memimpin apel pagi bersama pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara di Karubaga, Provinsi Papua Pegunungan, Senin (24/8).
“Pemimpin ASN berbeda dengan pemimpin pada umumnya. ASN bekerja dalam sistem pemerintahan yang dikelilingi oleh aturan, regulasi, prosedur, dan tanggung jawab administrasi negara,” ujar Yosua Douw di Karubaga, kota Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan.
Karena itu, lanjut Yosua, pemimpin ASN harus mampu menjaga sikap, bekerja sesuai aturan dan menjadi teladan dalam pelayanan Pemimpin ASN berbeda dengan pemimpin yang lain. ASN dikelilingi aturan. ASN juga berkarya di tempat yang sunyi. Mereka tidak banyak bicara, tetapi lebih keras bekerja.
Yosua menambahkan, banyak pekerjaan ASN tidak selalu terlihat langsung oleh publik, tetapi sangat menentukan keberhasilan pemerintahan. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan program, pelayanan masyarakat, penyusunan laporan, pengelolaan anggaran, hingga evaluasi pembangunan, semuanya membutuhkan ketelitian, kesetiaan, dan tanggung jawab.
Yosua juga mengingatkan pimpinan OPD terkait pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan periode Januari sampai dengan Agustus Tahun Anggaran 2026. Ia meminta setiap OPD memperhatikan undangan yang telah disampaikan dan menyesuaikan kehadiran serta kesiapan data sesuai tugas masing-masing.
“Monitoring dan evaluasi menjadi bagian penting untuk mengukur capaian pembangunan, melihat hambatan di lapangan serta memastikan program pemerintah berjalan sesuai rencana dan memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Yosua.
Selain itu, Yosua menekankan pentingnya forum perangkat daerah dalam rangka pembahasan Rancangan Akhir Rencana Kerja (Renja) OPD Kabupaten Tolikara Tahun 2027. Forum tersebut, katanya, menjadi ruang penting untuk menyelaraskan program setiap OPD dengan arah pembangunan daerah, kebutuhan masyarakat serta prioritas pelayanan publik.
“Renja OPD harus disusun secara serius, realistis, dan terukur. Program yang direncanakan harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Tolikara,” ujar Yosua, birokrat Pemkab Tolikara berusia muda dan doktor lulusan Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua.
Yosua juga mengajak seluruh ASN untuk terus menjaga kedisiplinan, meningkatkan tanggung jawab kerja, dan tetap bergandengan tangan menjaga kondisi daerah agar tetap aman, damai, dan kondusif. Ia menegaskan bahwa kedamaian daerah bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen, termasuk ASN.
Dalam arahannya Yosua mengingatkan agenda puasa pada tanggal pekan pertama bulan depan agar dapat diperhatikan. Ia berharap agenda rohani tersebut menjadi bagian dari penguatan iman, doa, dan kebersamaan dalam memohon berkat Tuhan bagi daerah dan masyarakat Tolikara.
Yosua juga mengatakan, terkait agenda keagamaan pihaknya menyampaikan dukungan Pemkab Tolikara terhadap pelaksanaan Sidang BPL BPP GIDI yang direncanakan berlangsung di Kanggime November mendatang.
Sebelumnya, juga akan dilaksanakan Sidang BPL GIDI Wilayah Toli di Kuari. Karena itu, Yosua mengajak semua pihak mendukung agenda tersebut agar berjalan aman, tertib, dan lancar.
“Dalam waktu dekat akan dilaksanakan pelepasan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional, PKN Tingkat II. Peserta yang telah dinyatakan diterima akan dilepas secara resmi oleh pimpinan daerah,” kata Yosua lebih lanjut.
Yosua berharap peserta agar peserta pelatihan dapat mengikuti pendidikan dengan baik, membawa nama baik Kabupaten Tolikara serta kembali dengan semangat baru untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
“ASN Tolikara harus terus belajar, bekerja dengan disiplin, dan memberi yang terbaik bagi daerah. Kita bekerja dalam sunyi, tetapi hasil kerja kita harus dirasakan oleh masyarakat,” ujar Yosua. (*)










