Bahlil Masuk Tiga Besar Menteri Berkinerja Terbaik Versi Hasil Survei Indonesia Political Opinion

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Bahlil Lahadalia. Foto: Istimewa

JAKARTA, ODIYAIWUU.com — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Bahlil Lahadalia masuk tiga besar menteri dengan persepsi kinerja terbaik era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berdasarkan hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) Jakarta.

Berdasarkan hasil survei versi IPO, Bahlil memperoleh tingkat kepuasan publik sebesar 32 persen. Posisi Bahlil bertengger di posisi ketiga setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menempati posisi pertama dengan 42,8 persen. Kemudian, posisi kedua yang ditempati Sekretaris Negara Teddy Indra Wijaya dengan 33,5 persen.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion Dr Dedi Kurnia Syah Putra, M.Si mengatakan, penilaian masyarakat terhadap kinerja menteri berkaitan dengan tingkat popularitas masing-masing figur.

“Persepsi publik terhadap menteri yang dianggap bekerja dengan baik ini linier dengan popularitas. Menteri Purbaya menempati posisi teratas, kemudian Seskab Teddy Indra Wijaya pada posisi kedua. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ketiga,” ujar Dedi.

Selain masuk tiga besar menteri dengan kinerja terbaik, Bahlil juga tercatat sebagai salah satu menteri dengan tingkat popularitas tertinggi. Sebanyak 32,8 persen responden mengaku mengetahui atau mengenal Bahlil.

Angka tersebut menempatkan Bahlil di posisi ketiga setelah Purbaya Yudhi Sadewa dengan popularitas 43,5 persen dan Teddy Indra Wijaya sebesar 41 persen. Tingkat popularitas Bahlil juga lebih tinggi dibandingkan sejumlah menteri lainnya.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tercatat memperoleh 30,4 persen. Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan sebesar 26,1 persen.

Di sisi lain, survei IPO juga memotret persepsi masyarakat terhadap menteri yang dinilai memiliki kinerja kurang baik.

Dedi mengatakan persepsi masyarakat terhadap pemerintah maupun para menteri bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi sosial-politik serta kebijakan yang dijalankan pemerintah.

“Jadi, memang kondisi masyarakat saya kira selalu dinamis dalam memberikan penilaian,” katanya. Survei nasional IPO dilakukan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden.

Pemilihan responden menggunakan metode stratified multistage random sampling (SMRS), dengan margin of error sebesar 2,9 persen pada tingkat akurasi 95 persen. Survei tersebut juga memotret elektabilitas partai politik.

Partai Golkar yang dipimpin Bahlil berada di posisi ketiga dengan elektabilitas 10,4 persen. Golkar berada di bawah Partai Gerindra yang memperoleh 17,5 persen dan PDI Perjuangan sebesar 12,8 persen.

Selanjutnya terdapat Partai Demokrat 8,1 persen, PKB 7 persen, PAN 5,1 persen, PKS 4,6 persen, dan NasDem 4,4 persen. Hasil survei tersebut sekaligus menunjukkan dua capaian yang berkaitan dengan Bahlil.

Di pemerintahan, dia masuk tiga besar menteri dengan persepsi kinerja terbaik. Sementara di ranah politik, partai yang dipimpinnya juga berada dalam tiga besar elektabilitas partai politik.