Pigai Sebut Semangat Kemerdekaan Harus Dirasakan Hingga Wilayah Konflik, 3 Orang Tewas di Puncak

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia Natalius Pigai dan Gubernur Papuaq Tengah Meki Fritz Nawipa saat mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire. Foto: Tangkapan layar YouTube

NABIRE, ODIYAIWUU.com — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia Natalius Pigai, Senin (17/8) menekankan pentingnya semangat kemerdekaan dirasakan masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk wilayah yang masih menghadapi konflik, melalui suasana yang damai, tertib, dan tenteram.

Natalius Pigai, Menteri Kabinet Merah Putih asal Paniai mengatakan hal tersebut usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire.

Pigai berharap agar peringatan kemerdekaan di Papua Tengah dapat memperkuat suasana damai sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Hari ulang tahun yang ke-81 Republik Indonesia, harapannya masyarakat Papua Tengah dengan adanya upacara ini, semoga damai, tertib, tenteram, sehat, sejahtera,” ujar Pigai.

Kehadirannya mewakili pemerintah pusat sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan semangat kemerdekaan dan persatuan dirasakan masyarakat di Papua Tengah.

Pigai menambahkan, perayaan kemerdekaan tidak semestinya hanya terasa di pusat-pusat pemerintahan atau kota besar, tetapi harus menjangkau seluruh wilayah Indonesia hingga tingkat kampung.

“Memang semangat upacara kemerdekaan itu harus dirasakan di seluruh Indonesia. Jadi jangan hanya dirasakan di pusat-pusat kota seperti Jakarta,” ujar Pigai, mantan komisioner Komnas HAM RI.

Pigai juga mengajak pejabat pemerintah dan masyarakat memperkuat persatuan agar semangat kemerdekaan dapat dirasakan secara merata, termasuk oleh masyarakat di daerah yang menghadapi tantangan keamanan dan konflik.

“Oleh karena itulah, seluruh pejabat maupun juga rakyat harus bersatu dari Sabang sampai Merauke sehingga api pijar kemerdekaan itu bisa terpancar dari Sabang sampai Merauke, setiap sudut, setiap provinsi, setiap kampung dan kota. Apalagi wilayah-wilayah konflik,” ujar Pigai.

Tiga orang yang disebut TNI sebagai anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM), Minggu (16/8) meregang nyawa dalam kontak senjata dengan prajurit TNI di kawasan hutan Distrik Eral Makawia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan, kontak senjata terjadi saat Satgas TNI melakukan pengejaran dan menemukan lokasi persembunyian kelompok tersebut di dalam hutan.

Menurut Lucky, prajurit TNI sempat meminta kelompok tersebut menyerahkan diri sebelum terjadi kontak senjata. Kejadiannya, saat prajurit melakukan patroli prajurit mendekati mereka.

“Kami melihat mereka, mengimbau mereka untuk menyerahkan diri, tetapi mereka akhirnya justru menembaki kami. Akhirnya kami melakukan tindakan tegas terukur sesuai dengan peraturan yang ada, dan berhasil menewaskan tiga anggota OPM,” kata Lucky.

Lucky mengatakan jasad ketiga orang yang tewas tersebut dibawa oleh anggota kelompok lainnya yang melarikan diri ke dalam hutan. Dalam penyisiran setelah kontak senjata, Satgas TNI juga mengamankan delapan senjata api beserta amunisi.

Menurut Lucky, senjata tersebut diduga akan digunakan kelompok OPM untuk melakukan gangguan keamanan menjelang peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI.

Ia mengatakan personel TNI di bawah kendali Kogabwilhan III menjalankan operasi berdasarkan ketentuan dan aturan pelibatan (rules of engagement/ROE) untuk memastikan tindakan prajurit dilakukan secara profesional dengan menjunjung hukum dan hak asasi manusia.

Lucky menegaskan, TNI akan mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap tindakan bersenjata yang dinilai mengancam keselamatan masyarakat maupun aparat.

“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, salus populi suprema lex esto. Untuk itu saya meminta kepada seluruh anggota OPM di mana pun kalian berada segera meletakkan senjata, menyerahkan diri dan bergabung kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mari kita bangun Papua untuk mewujudkan Papua yang aman, damai dan sejahtera,” katanya.

Lucky mengatakan TNI akan terus melakukan upaya menjaga keamanan di wilayah Papua dengan dukungan dan koordinasi bersama unsur pemerintah serta masyarakat. (*)