Presiden Kirim 50.000 Paket Sembako untuk Warga Korban Gempa Flores, 38 Orang Meninggal

Pesawat hercules yang membawa paket bantuan presiden bertolak dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, menuju Pulau Flores, Sabtu (15/8). Sumber foto: Bakom RI

JAKARTA, ODIYAIWUU.com — Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto, Sabtu (15/8) mengirim bantuan presiden (banpres) berupa sembilan bahan pokok (sembako) sebanyak 50.000 paket untuk didistribusikan ke masyarakat terdampak bencana gempa bumi Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pengiriman bantuan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah untuk bergerak cepat menangani warga terdampak gempa di Flores seperti Kabupaten Manggarai Barat. Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, dan Flores Timur.

“Saat ini telah diberangkatkan ke Maumere (kota Kabupaten Sikka) berupa 50.000 paket sembako dari Banpres untuk masyarakat terdampak bencana di Pulau Flores,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui keterangan tertulis Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI di Jakarta, Sabtu (15/8).

Presiden Prabowo, ujar Teddy, juga menugaskan beberapa pejabat pusat untuk langsung ke Labuan Bajo, kota Kabupaten Manggarai Barat dan Maumere. Mereka yang ditugaskan, yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Kepala Basarnas.

Selain itu, Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Sosial serta tim dari PLN, Pertamina, Telkom, dan Bulog. “Presiden Prabowo telah memerintahkan seluruh jajaran untuk bergerak cepat melakukan penanganan dan memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” kata Teddy.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan, banpres yang dikirim Prabowo segera didistribusikan kepada warga yang membutuhkan. “Ini segera kami akan kirimkan untuk membantu kebutuhan logistik awal di daerah bencana,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (15/8) siang.

Selain sembako, pemerintah bakal memastikan pemenuhan berbagai kebutuhan dasar warga terdampak gempa. Bantuan yang disiapkan meliputi makanan, minuman, air bersih, tenda atau tempat berlindung, genset serta kebutuhan darurat lainnya.

Pemerintah juga terus mengoptimalkan persediaan logistik yang tersedia di wilayah sekitar lokasi bencana. Suharyanto menjelaskan, Kementerian Sosial dalam satu hingga dua hari ke depan akan menggeser persediaan dari kabupaten-kabupaten tetangga yang terdampak lebih ringan atau tidak terdampak gempa.

Salah satu wilayah yang memiliki persediaan logistik adalah Flores Timur. Kementerian Sosial dan BNPB masih menyimpan sejumlah kebutuhan dasar di gudang logistik, sehingga dapat segera dimanfaatkan untuk membantu masyarakat terdampak.

Persediaan tersebut sebelumnya disiapkan sebagai cadangan untuk penanganan masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. “Di gudang masih banyak barang-barang, dan untuk sementara ini akan kita geser ke daerah terdampak bencana gempa bumi,” ujar Suharyanto.

Adapun menurut catatan BNPB hingga Sabtu (15/8) pukul 15.00 WIB, jumlah warga meninggal dunia akibat gempa 38 orang, dua orang luka berat, dan 11 orang luka ringan. Selain itu, sebanyak 2.000 orang mengungsi secara mandiri. Wilayah yang paling terdampak bencana secara signifikan yaitu Manggarai disusul Manggarai Timur.

Suharyanto sebelumnya mengatakan, korban jiwa akibat gempa Flores berkekuatan Magnitudo 7,7 yang melanda wilayah Pulau Flores, Sabtu (15/8) pagi telah merenggut puluhan jiwa manusia.

Hingga pukul 16.00 WITA, kata Suharyanto, gempa dahsyat yang berpusat di 30 Km timur laut Mbay, Nagekeo, tersebut telah merenggut nyawa 38 orang, korban luka berat maupun luka ringan. “Selain itu, sebanyak 2.000 orang mengungsi secara mandiri,” kata Suharyanto melalui keterangan resmi Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, Sabtu (15/8).

Menyikapi bencana alam tersebut, katanya, pemerintah segera mengaktifkan posko penanggulangan bencana dan melakukan evakuasi terhadap korban yang terjebak sebagai langkah prioritas usai gempa.

Menurut Suharyanto, hal yang menjadi prioritas tersebut merupakan keputusan yang diambil dalam rapat koordinasi penanganan gempa NTT yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sabtu (15/8) siang.

“Dalam rapat koordinasi tadi, kami sudah sepakat untuk segera mengaktifkan posko penanggulan bencana, jadi semua hal-hal ketentuan berkaitan dengan penanggulan bencana ini akan diaktifkan,” ujar Suharyanto

Selain itu, ia menjelaskan bahwa pemerintah juga akan segera melakukan evakuasi terhadap korban yang terjebak di sejumlah bangunan yang runtuh.

Dalam upaya ini, Suharyanto mengatakan tim gabungan yang terdiri atas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan melakukan pencarian dan pertolongan sesegera mungkin. (*)