DAERAH  

Polres Jayapura Lakukan Penyelidikan Pasca Keracunan Akibat Dugaan Menu MBG di Depapre

(*)Menu makanan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi biang terjadinya keracunan ratusan orang usia PAUD hingga warga lanjut usia (lansia) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (4/8). Foto: Istimewa

SENTANI, ODIYAIWUU.com — Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Jayapura bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah warga usai mengonsumsi menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (4/8).

Kepala Kepolisian Resor Jayapura AKBP Dionisius Vox Dei Paron Helan, SIK, MH, M.Tr.Mil didampingi sejumlah personal mendatangi langsung lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

Vox Dei didampingi Kasat Reskrim AKP Markus Axel Panggabean, S.Tr.K, SIK dan Kanit Pidum Satreskrim Iptu Frisco R Domo bersama personel identifikasi dan piket Reskrim mendatangi lokasi serta melakukan olah TKP di Dapur MBG/Satuan Pelayanan Gizi Nasional (SPPG) Yayasan Kasih Iman Samuel di Jalan Waiya, Depapre.

Vox Dei melalui Kasat Reskrim AKP Markus Axel Panggabean, S.Tr.K, SIK mengatakan, langkah cepat tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab insiden sekaligus mengumpulkan alat bukti guna kepentingan penyelidikan.

“Begitu menerima laporan masyarakat, personel langsung mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik Polda Papua untuk pemeriksaan sampel makanan,” ujar Panggabean.

Dalam olah TKP petugas melakukan pemeriksaan di dua lokasi, yakni dapur MBG dan rumah koordinator MBG. Sejumlah titik yang berkaitan dengan proses pengolahan dan penyimpanan makanan didokumentasikan serta diperiksa secara menyeluruh.

Petugas kemudian mengamankan enam sampel makanan sebagai barang bukti yang terdiri dari sampel masakan sayur, tempe kecap, dan sisa makanan dalam keranjang, buah semangka.

Selain itu, petugas juga mengamankan minyak sisa penggorengan serta tiga porsi makanan MBG yang belum didistribusikan. Seluruh sampel tersebut telah diserahkan dan diamankan ke Laboratorium Forensik Polda Papua untuk dilakukan pengujian lebih lanjut.

Menurut Panggabean, penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 30 orang yang terdiri dari pihak-pihak yang mengetahui peristiwa tersebut maupun yang memiliki keterkaitan dengan penyelenggaraan Program MBG. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami kronologi kejadian, prosedur pengolahan makanan hingga proses pendistribusiannya.

Panggabean menegaskan, penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Papua. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Saat ini perkara masih dalam tahap penyelidikan. Seluruh barang bukti telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan laboratorium. Proses penyidikan akan dilakukan secara profesional, ilmiah, dan transparan untuk mengungkap penyebab pasti dari insiden ini,” ujar Panggabean.

Panggabean juga menambahkan, proses pemeriksaan terhadap para pihak masih terus berlangsung guna melengkapi alat bukti dan memastikan seluruh fakta terungkap secara objektif.

Polres Jayapura memastikan setiap perkembangan penanganan perkara akan disampaikan kepada masyarakat berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.