TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika mulai melaksanakan Tahap II Mimika Innovation Week (MIW) 2026 berupa presentasi 19 inovasi terbaik yang telah dinyatakan lolos seleksi dari berbagai kategori.
Tahap presentasi berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu-Jumat (5-7/8 bertempat di Ruang Rapat Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika. Pada tahapan ini, para finalis diberikan kesempatan untuk memaparkan secara langsung inovasi yang telah dikembangkan di hadapan dewan juri.
“Penilaian tidak hanya berfokus pada kreativitas dan kebaruan ide, tetapi juga mencakup manfaat nyata, dampak terhadap pelayanan publik dan pembangunan daerah, keberlanjutan inovasi, peluang pengembangan dan replikasi serta kekuatan kolaborasi dalam pelaksanaannya,” ujar Pelaksana Tugas Kepala BRIDA Mimika Darius Sabon Rain, SE, M.Ec.Dev di Timika, Papua Tengah, Rabu (5/8).
Sabon Rain mengatakan, Dewan Juri Mimika Innovation Week 2026 yaitu Asisten Deputi Pengembangan Praktik Terbaik Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Muhammad Yusuf; dan Analis Kebijakan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri Isman, AP.
Kemudian, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Mimika Drs Ananias Faot, M.Si; Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Evert Lukas Hindom, S.STP., M.H; dan Akademisi Institut Jambatan Bulan Timika Dr Yahya Nusa, SE, M.Si, CTT, CFTax, CPR.
“Mimika Innovation Week bukan sekadar perlombaan, melainkan bagian dari gerakan bersama untuk membangun budaya inovasi di lingkungan pemerintah, dunia pendidikan, layanan kesehatan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat,” katanya.
Sabon Rain menambahkan, melalui Mimika Innovation Week BRIDA Mimika berniat membangun ekosistem inovasi yang kuat. Inovasi tidak boleh berhenti sebagai dokumen atau sekadar memenangkan kompetisi, tetapi harus mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sebanyak 19 finalis yang mengikuti tahap presentasi berasal dari perangkat daerah, Puskesmas, sekolah, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Keragaman peserta tersebut, lanjut Rabon Rain, mencerminkan tumbuhnya semangat kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, mudah diakses dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami berharap proses penilaian ini dapat menghasilkan inovasi-inovasi unggulan yang layak dikembangkan, diterapkan secara berkelanjutan, dan direplikasi oleh instansi lain sebagai praktik baik dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik,” ujar Sabon Rain.
Pelaksanaan Mimika Innovation Week 2026 juga menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika dalam menjadikan riset dan inovasi sebagai salah satu fondasi pembangunan daerah.
Dengan demikian, lanjutnya, kebijakan dan program pembangunan diharapkan semakin berbasis bukti, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Sabon Rain mengatakan, jadwal presentasi Mimika Innovation Week 2026 pada Rabu (5/8) untuk kategori perangkat daerah, Puskesmas, dan organisasi kemasyarakatan. Sedangkan Kamis (6/8) untuk kategori sekolah, instansi vertikal, dan BUMD, dan Jumat (7/8) presentasi final kategori pelayanan publik lainnya.
BRIDA Mimika mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan kepada para inovator daerah yang telah menghadirkan berbagai gagasan dan solusi kreatif bagi pembangunan daerah.
“Melalui semangat Inovasi Melaju, Mimika Maju, Mimika Innovation Week 2026 diharapkan menjadi ruang lahirnya inovasi yang berkelanjutan, bermanfaat dan mampu meningkatkan daya saing daerah,” kata Sabon Rain. (*)










