JAKARTA, ODIYAIWUU.com — Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr John Tabo, SE, MBA memberikan bantuan Rp 5 Miliar untuk mendukung pembangunan fisik rumah ibadah Jemaat Betel, Gereja Kemah Injil (Kingmi) Koordinator Jayawijaya, Klasis Balim Tengah.
Ketua Kaum Profesional Gereja Kemah Injil (Kingmi) Koordinator Jayawijaya Klasis Balim Tengah Asis Lani menyampaikan terima kasih dan apresiasi mendalam kepada Gubernur John Tabo beserta jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan atas perhatiannya melalui dukungan anggaran demi pembangunan di bidang kerohanian.
Menurut Asis, bantuan Gubernur John Tabo bernilai fantastis tersebut menjadi catatan sejarah baru bagi pelayanan jemaat Betel di Papua Pegunungan. Klasis Balim Tengah Jemaat Betel tidak bisa membalas apa pun atas perhatian orang nomor satu di Papua Pegunungan.
“Kami hanya mampu melayangkan doa terbaik agar Bapak Gubernur senantiasa diberkati Allah di Surga dalam menunaikan tugas formal, termasuk di bidang kerohanian,” ujar Asis Lani kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (25/7).
Asis atas nama seluruh jemaat Betel dan Klasis Balim Tengah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan nyata yang diterima melalui bantuan dana sebesar itu
Menurut Asis yang juga Koordinator Tim Pemenangan John Tabo-Ones Pahabolo (Jhones) pada Pilkada lalu, momen penyerahan bantuan dana dari Gubernur John Tabo adalah bukti nyata dari keberhasilan pemekaran daerah.
“Sejak Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2022 tentang Pembentukan Provinsi Papua Pegunungan disahkan dampak pembangunan dan perhatian terhadap umat beragama kian dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput, grassroot,” kata Asis yang kini menjabat juga Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Papua Pegunungan.
Ia juga mengenang baik John Tabo dan rekam jejaknya (track record) yang sejak awal berjuang sebagai Ketua Tim Sukses Pemekaran Provinsi Papua Pegunungan sebelum akhirnya dipercaya menjadi Gubernur Papua Pegunungan.
Pengorbanan dan komitmen John Tabo diakui Asis mewujud pada pemerataan bantuan yang tidak memandang latar belakang golongan atau denominasi gereja tertentu.
“Sejarah mencatat, saat masih bergabung dengan provinsi induk, kami sudah tiga kali mengajukan proposal kepada Gubernur namun di bawah kepemimpinan Bapak John Tabo harapan jemaat akhirnya terjawab,” ujar Asis.
Asis menepis pandangan miring di tengah masyarakat yang menilai kepemimpinan Gubernur hanya berpihak pada satu kelompok atau denominasi gereja tertentu saja. Bahkan isu yang menyebutkan bahwa Gubernur hanya memperhatikan satu golongan gereja.
“Itu mispersepsi. Bapak Gubernur John Tabo adalah milik masyarakat di delapan kabupaten. Beliau merangkul dan membantu seluruh gereja tanpa membeda-bedakan. Hari ini kami telah menyaksikannya sendiri dan kami sangat menghormati komitmen tersebut,” kata Asis lebih lanjut. (*)










