JAYAPURA, ODIYAIWUU.com — Tokoh gereja di tanah Papua Pendeta Dr Socratez Sofyan Yoman, MA mengatakan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berada dalam keadaan bahaya. Pasalnya, ada sepuluh penyakit kanker dan racun tanda bahaya untuk NKRI.
“Saya sebagai salah satu pendukung Presiden Prabowo Subianto, saya sampaikan bahwa Indonesia berada dalam keadaan bahaya karena sepuluh penyakit kanker yang bisa melumpuhkan NKRI,” ujar Pendeta Socratez Sofyan Yoman di Jayapura, Papua, Jumat (24/7).
Menurut Socratez, Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua, penyakit-penyakit kanker dimaksud yaitu korupsi merajalela di level elit dan sulit dibrantas, hukum sudah tidak berfungsi dan hukum bisa diperdagangkan, dan kemiskinan meningkat tajam.
Selain itu, kekerasan militer meningkat dan ruang-ruang sipil diambil kendali oleh militer, tidak ada ruang demokrasi, semakin melemahnya nilai uang terhadap dollar, dan hutang luar negeri meningkat.
Berikut, mulai retak atau hilangnya kepercayaan sebagian rakyat Indonesia kepada pemerintah, semakin hilangnya toleransi beragama di Indonesia, dan investor asing menarik diri karena ketidaknyaman di Indonesia.
Socratez mengatakan, solusinya adalah semua koruptor ditangkap dan dipenjarakan, hukum ditegakkan, militer ditarik ke fungsinya sebagai pagar negara, ruang demokrasi dibuka, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan, dan kelompok intoleran agama ditangkap dan dipenjarakan.
“Tujuan utama NKRI diselamatkan, kemiskinan bisa ditekan dan mata uang bisa menjadi normal kembali. Kalau Presiden Prabowo tidak bersikap tegas, maka tidak bisa dihindari dan kita saksikan runtuhnya Indonesia di tangan koruptor dan perampok dan kekerasan militer,” kata Socratez. (*)Tokoh gereja di tanah Papua Pendeta Dr Socratez Sofyan Yoman, MA. Foto: Istimewa










