JAKARTA, ODIYAIWUU.com — Eka Kora, aparatur sipil negara (ASN) yang diduga bekerja di lingkungan Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah buka suara setelah wajahnya muncul di televisi dan menjadi viral di media sosial (medsos) di tanah Papua.
Nama Eka Kora menjadi viral setelah ia bersama Yasinta Moiwend (Mama Sinta), tokoh perempuan adat dari Suku Marind Anim, Merauke, Papua Selatan menyambangi Polda Metro Jaya pada Jumat (29/5).
Di Polda Metro Jaya di Kawasan Gatot Subroto, Mama Sinta didampingi kuasa hukumnya, TS Hamonangan Daulay serta perwakilan masyarakat adat Papua, membuat laporan polisi ke Polda Metro Jaya terkait Film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita.
Film dokumenter itu garapan sutradara Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Jean Paju Dale. Mama Sinta mengadukan kasus yang dialami melalui laporan polisi yang tercatat dengan nomor LP/B/3843/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya.
“Mereka putar Film Pesta Babi itu di mana-mana. Saya sakit hati, saya kecewa sekali. Tanpa izin dari saya, tanpa pembicaraan. Itu penjahat mereka,” ujar Mama Sinta di Polda Metro Jaya pada Jumat (29/5).
“Wajah saya ini ada di mana-mana. Mereka putar film itu. Saya sakit hati tanpa izin dari saya. Maka itu saya datang ke Jakarta,” kata Mama Sinta lebih lanjut.
Informasi yang beredar di medsos di tanah Papua, menyebutkan perempuan yang mendampingi Mama Sinta tak lain diduga bernama Eka Kora. Eka juga disebut sebagai salah satu anggota Papua Muda Inspiratif (PMI).
Sebagian masyarakat mempertanyakan keterlibatan ASN dalam aktivitas yang dikaitkan dengan isu sosial dan politik di Papua.
Berdasarkan berita yang dilansir sejumlah media, Mama Sinta melaporkan Ketua LBH Papua Merauke Johnny Teddy Wakum ke Polda Metro Jaya.
Mama Sinta mengaku kecewa dan merasa dirugikan karena tidak pernah ada pembicaraan terkait proses pembuatan hingga pemutaran film dokumenter tersebut.
Dalam laporan tersebut, Johnny Wakum dilaporkan atas dugaan penyalahgunaan data pribadi sebagaimana diatur dalam Pasal 65 juncto Pasal 67 Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
Eka Kora melalui video yang beredar meminta maaf kepada warga tanah Papua atas video dan foto di mana ia berada di samping Mama Sinta. Eka mengaku, saat lagi di Jakarta Mama Sinta juga sedang berada di Jakarta.
“Tapi saya tidak tahu-menahu tentang Mama Yasinta. Begitu pun mama Yasinta kepada saya. Kebetulan saja kami bertemu di Jakarta dan mama seorang diri. Pas melihat saya dia meminta tolong. Dia bilang ‘anak bisa temani k?’ Sebagai seorang anak Papua yang ada di situ dan meminta tolong, ya saya ibah dan saya menolong sekadar menemani dia,” ujar Eka dalam video yang beredar Selasa (2/6).
Namun, ujar Eka, tahu-tahunya ada media yang meliput. Saat keberadaannya diliput wartawan, ia hanya memilih diam, tak berkomentar apa-apa. Juga ia tidak tahu bagaimana perjalanan mama Sinta (dari Papua) ke Jakarta.
“Saya juga dengan perjalanan urusan saya. (Saya) sekadar menemani dan mendampingi tanpa berkomentar, berbicara apapun karena saya tidak punya kepentingan di dalamnya. Dan saya tidak terlibat dalam Film Pesta Babi, tidak ada hak dan kepentingan di dalam situ. Sekadar itu saja dan murni saya hanya mendampingi,” kata Eka. (*)










